Category Archives: Sertifikasi Guru

UAS BAHASA INDONESIA untuk kelas DEFG/ dalam perbaikan

Sumber : Buku Pelajaran Bahasa Indonesia SMP Kelas 9

jawaban kumpulkan perkelompok 1 Kelompok 3 Orang.

Iklan

My Angel,,, I’m Apologize……

Malam hari yang sunyi,pikiran Hana sedang semrawut, perasaan Hana benar-benar bercampur aduk antara marah,kecewa, risih, menyesal dan sebagainya. Hana tidak menyangka ada orang yang serese itu ngasih peraturan. “Ah, daripada mikirin dia mendingan tidur aja.” Hana pun tertidur lelap, dengan balutan selimut hangat, bantal empuk dan memeluk guling.
Tak seperti biasanya, pagi hari ini Hana tidak seceria yang biasanya. Karena semalam Hana mimpi aneh,”Ya Allah apa maksud dari mimpiku tadi malam? Semoga saja tidak akan terjadi meski aku membenci nya, amin” ucap Hana dalam hati. Langsung Hana mandi , mengenakan seragam kemeja sekolah kemudian sarapan. Ketika sarapan,Hana terus saja memikirkan mimpinya semalam.

”Ya Allah kenapa perasaanku tidak enak? Ya Allah aku mohon, jangan sampai mimpi itu terjadi” ucap Hana dalam hati sambil gelisah. “Sayang, ada apa? Kok sarapan nya gak dihabisin? Nanti belajarnya gak fokus lagi” ujar ibunya Hana. “Gak papa bu,” jawab Hana lirih. Lalu, Hana melanjutkan sarapan nya.
“Kepalaku rasanya mau pecah!Ya Allah kenapa ini? Gak biasanya aku kaya gini, padahal soalnya gampang semua?! Aduh, jangan sampai aku di remedial deh!” ujar Hana dalam hati ketika mengisi soal ulangan harian di kelasnya.
Saat di kelas, Hana ingin cerita pada Lisa tentang mimpi semalam. “Lisa” panggil Hana, “Eh” ucapnya menyesal ,”Kenapa aku panggil dia? Aku kan lagi marahan sama dia?” ujar Hana dalam hati. “Ada apa Hana?” jawab Lisa heran, karena setau dia Hana sedang marah padanya. “Gak jadi!” jawab Hana singkat.
“Dug-dug-dug-dug” suara jantung Hana berdetak dengan cepat. Saat itu, pak guru akan mengumumkan hasil ulangan matematika tadi. Dan ternyata…..Oh tidak!!!, di remedial?!, “Pak, apa bapa gak salah meriksa? Masa ulangan Hana hasilnya kecil sih! Bapak pasti salah nilai!” protes Hana. “Tidak Hana, Bapak sendiri juga kaget kenapa kamu bisa dapat nilai merah. Apa kamu lagi sakit Hana?” jawab pak guru. “Enggak ,Pak” jawab Hana singkat. Hana pun langsung duduk di tempat duduknya. Terlihat sahabatnya, Lisa menampakkan wajah riangnya karena mendapat nilai 100! ”Hana, kamu kenapa? Kok, bisa di remedial sih? Kamu nggak lagi sakit kan? Anak-anak pada melongo semua denger kamu di remed!?” ujarnya. “Diam kamu!” ujar Hana keras. “Hana, kalau kamu ada kesulitan, kenapa gak tanya atau cerita ke aku? Mungkin aku bisa bantu?Apa kamu lagi ada masalah?” jawabnya lembut. “Iyah, aku memang ada masalah karena kamu so so-an perhatian sama aku, mentang-mentang nilai kamu seratus! Aku tambah stres karena itu” sentak Hana ,dan Hana pun berlalu keluar kelas. Sontak, Lisa terkejut mengapa Hana sahabatnya bisa berubah sekasar itu? “Hana…..” ucapnya lirih dalam hati.
Saat istirahat, lagi-lagi Hana bertemu dengan Lisa, dia tetap saja menyapa Hana, walau Hana sedang marah besar padanya. “Assalamu’alaikum ,Hana” ujarnya. “Kumsalam” jawab Hana jutek, dan Hana langsung pergi dari hadapannya. Sebenarnya, Hana ingin sekali menangis, setiap Hana mengingat Lisa dan karena mimpi yang Hana alami semalam juga, tapi dia tahan. “Ya Allah kuatkanlah hamba-Mu ini” bisik Hana pelan.
Selama di kelas, Lisa dan Hana hanya diam tidak ada yang mengajak bicara sedikitpun. Bahkan , Hana pindah tempat duduk yang tadinya dengan Lisa jadi duduk bareng Agnes. “Agnes, aku boleh duduk disini nggak?” tanya Hana. “Oh, iya boleh. Emangnya kenapa kamu pindah tempat duduk, Han?” tanya Agnes. “Gak papa, Nes.” Pada hari itu, kebetulan Tini tidak sekolah karena izin. Jadi,Hana duduk dengan Agnes, dan Lisa duduk sendirian sambil terus memerhatikan Hana yang sangat kesal pada nya.
“Teng teng teng” bel sekolah yang menandakan pulang pun berbunyi. Di kelas, rasa nya seperti di pasar, karena ramai sekali. Beragam suara yang terdengar seperti suara decitan kursi, buku-buku yang dimasukkan ke dalam tas, suara pensil jatuh dan suara siswa-siswi yang mengobrol singkat. Segerombolan anak yang keluar dari kelas, tampak seperti pasukan semut. Disaat itu, Hana menabrak Lisa, tapi Hana hanya diam begitu pula dengan Lisa.
Saat tiba di rumah, belum juga Hana mengganti seragam kemejanya, terdengar suara telpon rumah. “Kring kring kring”, langsung saja Hana angkat. “Halo? Siapa ini?” ucap Hana, “Halo, Hana ini Agnes!” jawabnya. “Oh, kamu Nes. Ada apa?” jawab Hana, “Hana, Lisa kecelakaan!” ucapnya. “Apa? Lisa kecelakaan? Kapan? Sekarang Lisa lagi dimana?” jawab Hana kaget. “Sekarang Lisa lagi di RSUD Kuningan,Han. Kamu harus cepet kesini!” ujarnya. “Iya-iya aku kesana” jawab Hana singkat. Saat itu Hana lupa, bahwa dia sedang marah dan kecewa pada Lisa, mungkin karena perasaan batin seorang sahabat.
“Hana! Aku disini! Cepat !” suara Agnes dari kejauhan. Sesampainya di RSUD,Hana langsung menghampiri Agnes.Mereka pun berlari menuju ruang ICU. Hana terkejut , melihat Lisa terbaring dengan penuh lumuran darah di sekujur kemeja putih biru kotak-kotaknya. “Lisa!” teriak Hana khawatir sambil berlari, tapi Agnes menahan nya.

“Hana, kamu jangan masuk. Dia akan dirawat” ucap Agnes. Hana terus saja memanggil nama Lisa sambil menangis, “Lisa…….Lisa, Lisa,,,,maafin aku….”. Disamping itu Hana melihat ibu dari Lisa terus saja menangis melihat anaknya dalam keadaan seperti itu.
Dua jam kemudian, saat Lisa sudah dipindahkan ke kamar pasien. Dokter pun keluar, dan memberitahu apa yang terjadi. “Dokter, bagaimana dengan keadaan anak saya? Dia baik-baik saja kan,Dok?” tanya ibunya Lisa gelisah. “Dia baik-baik saja,Bu.” Jawab dokter. “Alhamdulillah” ujar Hana senang, begitupun dengan yang lain. “Apa kami boleh melihat Lisa sekarang?” tanya ibunya Lisa kembali. “Silahkan,Bu” jawab dokter.
Saat di dalam, ibunda Lisa langsung memeluk Lisa yang sebenarnya belum sadar dari tabrakan mobil truk tadi. Satu, dua tetes air mata Hana pun jatuh, melihat sahabat yang ia sakiti hatinya terbaring lemah. “Lisa…”ujar Hana lirih sambil menangis. Sampai beberapa saat kemudian, Lisa membuka matanya. Sontak ruangan pun ramai dengan panggilan nama Lisa yang sudah sadar. Semuanya tersenyum gembira.
Di sore harinya, Hana kembali menjenguk Lisa di rumah sakit karena tadi Hana pulang ke rumah. Dan kali ini, Hana ditemani kedua orangtua dan kakaknya. “Lisa, kamu harus sembuh yah, karena aku membawakan sesuatu buat kamu! Semoga kamu suka” ujar Hana paksa.Lisa hanya tersenyum tipis . “Tara!!!! Ini dia buat kamu, spesial buat Lisa sahabatku yang sedang berulang tahun hari ini!” hibur Hana. “Wah, buku! Makasih ya ,Han! Aku suka” jawab senang Lisa. “Bagus kan? Kalo kamu mau baca , kamu harus sembuh dulu yah?!” ucap Hana. Suara adzan maghrib memecah suasana saat itu. “Han, shalat yuk, aku mau kamu jadi imamnya.” ujarnya. “Hah? Aku? Aku gak bisa Lis!”jawab Hana “Udah, cepet sana! Kamu mau aku sembuh kan? Mungkin aja dengan kita shalat berjama’ah, aku bisa sembuh total?” ujarnya sambil menaikkan alisnya yang tebal dan tersenyum.

Selesai shalat, tiba-tiba saja Lisa memberi Hana secarik surat, dan ia melarang Hana untuk membacanya sekarang. “Aaah, rahasiaan mulu!” canda Hana sambil mencubit pipinya. “Han, aku juga punya hadiah buat kamu, tapi kamu harus tutup mata dulu ya!”ujarnya ,”Asiiik, OK!” jawab Hana senang. Kini, Lisa sudah terlihat sangat sehat tidak terlihat wajah pucat sama sekali, dan Hana merasa senang. “Tunggu ya…” ucap Lisa rahasia. Tiba-tiba Hana merasa ada sekantong plastik yang Lisa gantungkan di tangan Hana. “Wah, apaan nih? Koq, ngasih keresek sih Lis?” tanya Hana heran ketika memejamkan mata. Tapi, Lisa tidak meminta Hana untuk membuka mata, lalu Hana mengintip.
Terlihat Lisa sudah terkujur kaku dengan posisi terbaring. Hana memanggilnya,”Lisa, Lisa kamu tidur yah? Nanti dulu dong tidurnya!” pinta Hana, tapi Lisa sama sekali tidak menjawab, Hana pun mulai gelisah sambil terus memanggil namanya. “Doorr!!!” Lisa mengejutkan Hana,”Aduuh, Lisa jangan buat aku kaget dong! Gak lucu tau!” ujar Hana kesal. “Ha ha, kaget yah?!”jawab kepuasan Lisa. “Eh, buka dong kereseknya!” pinta Lisa. “Iye-iye” jawab Hana kesal. Hana merasa terkejut ,ternyata isinya adalah sepasang baju muslimah beserta kerudungnya. “Gimana? Jadi, kapan kamu mau berhijab,Han?” tanya Lisa. Tiba-tiba saja, dua tetes air mata jatuh dari mata Hana. “Loh, kamu kenapa,Han? Kok,nangis sih?” tanya Lisa heran. “Ah? Gak papa ko” jawab Hana lirih,”Pake dong bajunya, dan aku minta sekarang kamu pakai baju itu! Sekarang! Ayo cepet!” paksa Lisa. Hana pun memakai baju itu di kamar mandi.
Setelah Hana mengenakan baju itu, terasa kehangatan dan rasa nyaman,Hana mulai betah memakai baju itu. Dan, ketika Hana keluar untuk menunjukkannya kepada Lisa. Terlihat, Lisa sudah terbaring dengan mata tertutup sambil tersenyum. “Ah, pasti bercanda nih anak!” ujar Hana ngeyel, dan Hana pun menggoyang-goyangkan tubuh Lisa sambil memanggilnya tapi ia tidak menyahut. Hana periksa dadanya, dan betapa terkejutnya ia tidak ada detakan jantung sama sekali! Hana pun memanggil dokter, “Dokter-dokter!” dan dokter pun masuk. Ia, memeriksa Lisa,kemudian menghela nafas. “Saya harap semuanya untuk bersabar!” ujar sang dokter. “Memangnya ada apa, Dok? Jangan bilang yang nggak-nggak ,Dok!” jawab Hana tegas. “Dia telah dipanggil oleh Yang Kuasa” jawab dokter.

Suasana menjadi hening seketika, setelah itu dilanjutkan dengan suara tangisan yang keras. Semua menghampiri Lisa, sambil menangis histeris. “Lisaaaaaaaaa…….!!!!!! Aku mohon jangan tinggalin aku!!!!! Aku udah lakuin apa yang kamu mau, aku sudah berhijab, Lisa!” tangis Hana histeris. Hana pun mulai terasa lemah, perlahan Hana berjalan ke luar. Hana sandarkan tubuhnya di dinding, perlahan mulai terjatuh. Hana membuka, kembali kantong keresek itu dan terlihat ada secarik kertas yang Lisa berikan tadi. Kemudian Hana mulai membaca isinya yaitu,
“Hana sahabatku, aku mengirim surat ini karena aku sayang banget sama kamu. Aku tau apa yang membuat mu marah padaku, mungkin kamu merasa kalau aku ini bawel. Terlalu sering nasehati kamu ini dan itu. Tapi itu semua juga untuk kebaikan kamu, Han! Aku ingin sahabat yang paling aku sayang ini berhijab agar kita bisa menjadi hamba Allah yang menjalin persahabatan yang juga dicintai oleh-Nya. Kalo, kamu pakai kerudung juga kan bisa menyelamatkan kamu! Aku minta maaf, kalau selama ini aku terlalu bawel sama kamu. Tapi, ingat jangan kamu lupain pesan aku ini! Dan, kamu juga gak usah nangis lah karena kepergian aku, ngapain ditangisin? Nanti di surga juga ketemu kok. Asalkan kamu mau berhijab! Ingat, yah! Terus bajunya wajib kamu pakai! OK!”
Satu,dua, tiga, empat, lima hingga selebihnya air mata Hana terus mengalir deras bak sungai yang bercabang menjadi anak sungai. Hana merasa sangat bersalah padanya, Hana pernah memarahinya,padahal itu adalah yang terbaik untuknya. “Ya Allah, apa ini adalah arti dari mimpi yang aku alami semalam? Kalau akan terjadi sesuatu pada Lisa? Kenapa bodoh sekali aku ini ,kenapa dulu aku mengabaikan nasihatnya? Seharusnya , aku sudah harus berhijab sama sepertinya. Dasar Hana kamu memang bodoh!” ujar Hana di dalam hati,sambil membenturkan kepalanya ke dinding dengan keras. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikirannya kejadian di suatu hari, dimana ia pernah melontarkan perkataan secara kasar kepada Lisa dulu.
—“Hana, menurut aku kamu harus berhijab seperti aku ini. Aku takut nanti kamu menyesal sebelum ajal menjemput kamu. Tempat untuk wanita yang tidak berhijab karena Allah itu di neraka loh! Hukumannya pun berat,kamu akan digantung dengan tumpuan badan oleh rambut kamu sendiri! Nanti kamu menyesal lagi!? Aku udah bilang ini dari dulu, belum kamu konfir juga?” tanya Lisa. “Cukup! Cukup Lisa! Aku capek Lis! Capek!, kamu bisa sabar dikit napa? Aku bosen ngedengernya! Kamu ini sombong banget sih, mentang-mentang udah berhijab nyuruh aku inilah , itulah. Kamu nge-do’ain aku supaya cepet mati dan masuk neraka? Kalo gitu, kenapa aku gak mati aja sekarang biar kamu puas? (Puas? Puas? Puas?)” —
Perkataan itu terus saja mengiang-ngiang di dalam otak Hana. “Ya Allah, aku belum minta maaf ke Lisa. Kenapa Engkau ambil dia secepat ini? Dia wanita yang sholihah, dia adalah malaikat yang menyelamatkanku disaat aku khilaf. Ukhti, aku berjanji akan mengenakan hijab selamanya sampai aku mati nanti hanya karena Allah. Aku akan berubah menjadi lebih baik! Kita pasti akan bertemu di surga nanti” ujar Hana dalam hati yang melihat Lisa dari jendela lorong ,sambil meneteskan air mata dan tersenyum.

Karya : Difa Ameliora Pujayanti

Mata Satuku

“Aku berangkat, bu! Assalamu’alaikum!” saut remaja laki-laki dari ruang tamu.
“Iya, nak! Hati-hati ya. Wa’alaikumussalam” jawab sang bunda tersenyum.
Remaja itu pun segera berangkat ke sekolahnya. Entah, atas motivasi apa. Remaja laki-laki itu berlari secepatnya, menjauh dari rumah mungilnya. Tiba-tiba saja, bundanya yang sedang membuat nasi goreng untuk sarapan, teringat untuk apa ia membuat ini. Ya, nasi goreng ini untuk anaknya. “Astaghfirullahaladzim! Rudi belum sarapan!” ingatnya. “Rudi! Rudi!” teriak bunda. “Kamu belum sarapan, ini bekalny…” ia pun terhenti saat melihat anaknya berlari terbirit-birit. “Dia sudah pergi? Kenapa berlari? Hm, sepertinya dia sangat bersemangat sekolah. Ya Allah, mudahkanlah anakku Rudi untuk menggapai cita-citanya. Aamiin” ucap sang bunda dalam hati dengan penuh keikhlasan, disertai dengan senyuman di wajahnya.

Bocah itu menghembuskan nafasnya. Ia kelelahan. “Huh, akhirnya bisa jauh juga dari nenek sihir itu. Aku gak mau makan sarapan buatan dia. Gak enak!” keluh Rudi. Ia pun melanjutkan perjalanannya menuju sekolah dengan jalan dalam tempo yang biasa, tidak seperti tadi sambil berlari. Sesampainya di sekolah, ia pun langsung bergegas ke warung tanpa menaruh tasnya terlebih dahulu di kelas. Ia membeli jajanan untuk sarapan. “Bi, aku beli ini ya. Berapa?” tanya Rudi pada bibi, si penjual. “Itu semuanya 3000” jawab si bibi. “Oh, ini bi uangnya. Pas 3000. Makasih” ujar Rudi, bibi itu pun menerima uang dan Rudi bergegas ke kelas untuk sarapan.

SMA Negeri Tanjung Harapan adalah sekolah dimana Rudi menimba ilmu. Rudi bisa dikategorikan sebagai anak berprestasi di kelas bahkan di sekolahnya. Sekarang ini, ia sudah kelas 12. Ya, kelas 12 sudah mulai disibukkan dengan pemantapan untuk menghadapi ujian nasional. Rudi menaruh tasnya di kursi tempat duduknya. Ia membuka bungkusan nasi goreng itu dan memakannya dengan lahap, tanpa berdo’a terlebih dahulu.
“Eh, Rudi kamu sarapan di sekolah lagi?” tanya Anton teman dekatnya.
“Iya nih!” jawab Rudi.
“Emangnya, bundamu gak masak?”
“Enggak! Tega banget ya bundaku?! Saking jahatnya, sampai-sampai enggak masak sarapan buat anaknya yang sebentar lagi mau ujian nasional. Huft” kesal Rudi dengan penuh dusta.

“Ya ampun. Ya udah deh, kalo gitu mulai sekarang aku juga bakal sarapan di sekolah temenin kamu. Biar nanti, aku yang bayar. Aku gak tega lihat kamu kaya gini, Di!” simpati Anton. Rudi tersenyum puas mendengar ucapan Anton yang terlihat sangat tulus mengatakannya. Ya, Rudi telah berbohong. Padahal, di rumah sang bunda sudah membuatkan sarapan untuknya seorang. “Haha, akhirnya” ucapnya dalam hati yang penuh dengan kepuasan. Anton, dia adalah salah satu anak konglomerat yang rendah hati di desanya. Kepribadiannya yang baik terhadap sesama, membuatnya banyak disenangi orang. Bukan saja teman-temannya di sekolah, namun di lingkup masyarakat pula. Dan Rudi, memanfaatkan itu dengan rencana yang sangat licik.



Seusai jam sekolah selesai, Rudi hendak pulang. Namun, ketika ia melihat Anton yang juga akan pulang dengan menaiki motor besar, ia menghampiri Anton.
“Hai, Anton. Mau pulang?” sapa Rudi.
“Eh, Rudi. Iya. Kamu juga kan?” jawab Anton santun.
“Iya. Tapi aku mau ngomong sesuatu sama kamu” memulai pembicaraan.
“Apa? Silahkan”
“Gini, kita kan udah kelas 12 jadi harus rajin belajar bukan?” tanya Rudi.
“Iya” Anton mengangguk.
“Nah, aku pengen ngajak kamu buat belajar bareng. Tapi tempatnya di rumah kamu” Rudi memperjelas.
“Oh, gitu. Ayo aja! Tapi, kenapa harus di rumahku?” tanya Anton heran.
“Ya, kamu tau. Rumah kamu kan bagus. Pasti nyaman belajarnya. Gimana? Boleh kan?”
“Ehm, boleh aja sih. Memangnya kita mau belajar bab yang mana?”
“Pelajaran bahasa indonesia mau nya, bab 1 yang kelas 10”
“Ayo. Tapi apa kamu enggak pulang dulu?”
“Mau ngapain?”
“Ya izin lah ke bundamu. Bab yang kita pelajari kan banyak. Pasti sampai malam”
“Oh soal itu, kamu gak usah khawatir. Aku….. aku udah bilang kok ke bunda soal ini. Dia gak akan khawatir” ujar Rudi yang merasa kaget ditanya seperti itu. Rudi gugup menjawabnya, dan ia pun menjawabnya dengan berbohong, lagi.
“Oh ya sudah kalau begitu. Cepat naik!”
“Iya”



Salam kehangatan menyelimuti senja menjelang malam itu. Lantunan shalawat menyertainya. Telapak kaki pun menyentuh dinginnya lantai masjid. Seorang wanita, mata nya menjajah hamparan alas di tepi masjid. Dan akhirnya ia menemukannya dan segera memakainya. Ia pun pulang dengan hati yang was-was. Anaknya Rudi, sampai saat ini belum juga pulang. Ia mempercepat jalannya.
Betapa kecewanya ia saat melihat keadaan rumahnya yang belum juga dihuni oleh anaknya. Sepi. Itulah sensasinya. Anakku belum pulang? Kalimat itulah yang memupuki hatinya. Meskipun terlihat sederhana, hanya tiga kata. Tetapi, setiap katanya mengandung unsur mendalam. Khawatir? Tentu saja! Ibu mana yang tidak khawatir mengetahui anaknya belum jua pulang disaat matahari pun sudah pulang ke rumahnya untuk istirahat melepas lelah. Bersiap untuk bertugas esok menyinari dunia. Sedangkan anaknya sendiri yang kini bernasib sebaliknya. Ia pun menengok ke luar. Berharap anaknya sedang berjalan menuju rumah. Namun, harapannya meleset. Tak ada satu pun raga diluar rumahnya saat itu. Diluar tengah hujan, awalnya hanya sebuah rintikan. Namun berlanjut menjadi sebuah hujan besar. Biasanya, orang-orang berusaha untuk menghangatkan diri kala hujan datang. Bahkan, sebagian darinya langsung tertidur. Namun, berbeda dengan wanita ini.
“Ya Allah, kemana anakku? Lindungi dia ya Allah. Lindungi dia” ucapnya lirih. Ia terus menerus berdo’a berharap Allah kan mengabulkan do’anya untuk senantiasa melindungi anak semata wayangnya di tengah derasnya hujan.



“Assalamu’alaikum! Bun! Bunda!” teriak Rudi dari luar. Bundanya yang kala itu tengah tidur lelap karena bergadang semalaman, terhentak kaget. Kagetnya kali ini, dibarengi dengan rasa kegembiraan. Anaknya pulang dengan keadaan yang baik-baik saja. “Rudi?” lirihnya. Ia pun langsung membukakan pintu.
“Rudi, kamu kemana semalam nak? Ibu mengkhawatirkanmu!” tanya bunda sangat khawatir.
“Aku habis belajar kelompok bareng Anton bun” jawab Rudi datar memasuki kamar.
“Alhamdulillah. Tapi kenapa kamu gak pamit dulu ke bunda? Maksudnya supaya bunda gak khawatir” ujar bunda halus.
“Hah? Jadi bunda tidur di kursi tamu cuman nungguin aku? Bunda berlebihan banget sih! Aku bukan anak nakal bun! Bunda kan tau Anton itu anak baik. Ya aku juga baiklah! Gimana si?” angkuh Rudi sambil menyiapkan buku pelajaran.
“Tapi kan lebih baik kalo kamu izin dulu ke ibu. Apa susahnya?”. Rudi tidak menghiraukan ucapan bundanya, ia pun mengganti bajunya.
“Alah, udah deh. Harusnya bunda bersyukur dong aku udah pulang, jangan nasehatin aku mulu. Udah deh, aku mau berangkat” sentak Rudi sambil menggendong ransel sekolahnya.
“Loh, mau berangkat lagi? Kamu kan bar”
“Bunda! Hari ini aku sekolah. Ini hari kamis bun. Bunda lupa? Atau amnesia? Gini ya, punya orangtua yang lupa umur” sentak Rudi.
“Astaghfirullahaladzim. Ya sudah, maafkan bunda. Bunda rindu sama kamu. Kamu tunggu disini! Bunda akan masak dulu buat kamu sarapan”
“Gak usah bun. Aku udah sarapan dan mandi dirumah Anton. Aku langsung berangkat aja. Kasian Anton udah nunggu”
“Loh, kamu sama Anton? Antonnya mana?”
“Ada di mobil. Emangnya kenapa? Bunda mau Anton kesini? Gak! Rudi enggak akan melancarkan itu. Mending kalo rumah kita bagus. Lah ini? Udahlah, Rudi berangkat!”
“Dan…. ibu gak usah lebay ngekhawatirin Rudi. Kalo Rudi belum pulang atau bahkan gak pulang, itu artinya Rudi ada di rumah Anton, belajar bareng! Ngerti?! Oh ya, bunda jangan ke sekolah lagi kaya kemarin! Rudi malu tau! Rudi gak mau dibully sama temen-temen Rudi, gara-gara bunda cuman punya mata satu! Ngerti?!! Assalamu’alaikum!” ujar Rudi sok bijak.
“Wa’alaikumus…”
“Brug!” Rudi membanting pintu dengan sangat keras.
Ya Allah haruskah anakku seperti itu? Ujar bunda dalam hati. “Astaghfirullah, maafkan aku. Lebih baik sekarang aku beres-beres rumah”

10 tahun kemudian…..

“Daddy, ada tamu diluar” ucap imut seorang anak laki-laki.
“Iya sayang. Siapa?” ujar sang ayah lembut. Dia pun membukakan pintu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang berkunjung ke rumah keluarga kecilnya di Singapura.
“Kau?!” sentaknya.
Ya Allah, jadi ini cucuku? Ujar wanita paruh baya dalam hati yang menjadi tamu di rumah pria yang dipanggil “daddy” oleh anaknya.
Karena penampilannya yang kumuh dan wajahnya pun terlihat pucat, anak laki-laki pria itu mencelanya, “Daddy itu siapa? Kenapa jelek sekali. Hahaha”
“Hem, itu…. hey, siapa kau? Kenapa kau kesini? Tak ada sumbangan! Pergi!” sentak pria itu, yang kedua kalinya.
“Apa? Ehm, maaf saya salah alamat” ujar lirih wanita paruh baya itu dengan menundukkan kepalanya.
“Cepat pergi! Brug” sentak pria itu,lagi sambil membanting pintu dengan keras. Saking kerasnya, sampai-sampai membuat wanita paruh baya itu menaikkan bahunya, dan membesar matanya karena terkejut. Ia pun berlalu.

“Istriku,aku ingin pergi”
“Mau kemana?”
“Ke Indonesia”
“Indonesia? Untuk apa? Kau kan tak punya sanak keluarga disana?”
“Ada acara reuni di SMA ku dulu”
“Oh ya sudah, berapa lama?”
“Sekitar 2 hari. Bagaimana boleh kan?”
“Silahkan saja”

Acara reuni kala itu, sangatlah berkesan. Banyak dari lulusan angkatan Rudi yang menjadi orang-orang sukses. Mereka melepas rasa rindu kala itu. Saling bersalaman, bahkan tak segan untuk saling mengobrol.
“Sampai jumpa lagi ya! Makin sukses! Semoga bisa bertemu lagi!” ujar Anton, teman dekat Rudi yang kini menjadi seorang walikota.
“Ya, kau juga! Aamiin” sahut Rudi senang. Lalu, acara reuni itu pun selesai. Dan masing-masing dari mereka pulang. Tak terkecuali Rudi. Tetapi, entah atas alasan apa. Tiba-tiba saja ia ingin berkunjung ke rumahnya saat 10 tahun lalu.
Rudi, pria yang kini dewasa itu pun memasuki salah satu daerah kumuh, tempatnya ia tinggal dulu. Matanya tertuju pada sebuah rumah kecil,berselimut bilik dan atapnya yang terlihat sedikit lagi akan rubuh. Anak-anak kecil disekitarnya melihat Rudi dengan mulut yang sedikit menganga. Ya, Rudi mengenakan jas hitam mahal, sedangkan mereka hanya berpakaian sederhana yang kumuh.
Tibanya Rudi di beranda rumah itu, ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Meskipun ada perasaan jijik, karena lingkungan disekitarnya pun kotor.
“Assalamu’alaikum! Permisi. Kenapa tidak ada yang jawab?” heran Rudi. Lalu ada seorang ibu lewat. Rudi menatapnya dan hendak bertanya. Ibu itu pun memandangi Rudi dengan tatapan aneh, karena gaya nya yang benar-benar orang kota. “Ibu, permisi rumah ini masih ditempati kan?” tanya Rudi.
“Oh, rumah ini? Rumah bu Ratna? Rumah ini sudah kosong” jawab ibu itu.
“Memang bu Ratna kemana?”
“Dia sudah meninggal”. Deg! Jantung Rudi serasa berhenti berdetak.
“Apa? Meninggal? Kapan?”
“Sekitar 2 minggu yang lalu. Memangnya bapak siapa?”. Menyadari kehadirannya tidak dinggap. Ibu itu pun mengejutkan Rudi, “Pak?”
“Oh ya? Saya siapa? Enggak, sekedar lihat-lihat saja. Kalau boleh tau dimana bu Ratna dikebumikan?”
“Dekat kok. Bapak jalan lurus aja, belok kanan. Nah, nanti disana ada petunjuk jalan menuju makam” ujar ibu tersebut, sambil mengarahkan tangannya mengikuti arah jalan.
“Oh gitu. Terima kasih bu” ujar Rudi ramah.



Rudi, setibanya ia di pemakaman, setiap sudut matanya terus mencari nama “Ratna” bundanya. Dan, pada akhirnya ia temukan nama tersebut. Namanya terukir sederhana, di kasarnya struktur nisan. Terlihat ada beberapa bunga yang menyelimuti tumpukan tanah tersebut. Ada rumput yang berdiri disana, hijau. Rudi menggenggam segenggam tanah lembab, lalu menjalar menyentuh nisan tersebut, dingin. Sudut matanya, mengeluarkan sedikit air mata.
“Bunda? Jadi ini rumah bunda yang sekarang? Bunda….. bunda benar-benar meninggalkan Rudi? Kenapa bunda tega?” keluh Rudi menatap nama “Ratna” di nisan.
“Bunda!!!!! Maafkan Rudi bunda. Rudi udah jadi anak yang durhaka. Maafkan atas kekeliruan Rudi. Rudi enggak memperdulikan bunda dulu. Bunda!!!!! Banguun, Rudi janji kalo bunda bangun, Rudi akan jadi anak yang baik. Seharusnya Rudi mendengarkan apa kata bunda. Rudi akan shalat lagi, Rudi akan puasa, belajar ngaji dan membayar zakat. Rudi akan naik haji untuk bunda. Rudi tau, itu impian bunda dari dulu. Bundaaa!!!!!” jerit Rudi di tengah senyapnya pemakaman. Suaranya menggema, ia mengeluaran segala kesahnya. Tak ada yang tak ia ucapkan. Semuanya berasal dari sanubarinya.

Ia buka pintu. Terdengar decitan engsel yang sudah tua. Ia lihat ke setiap sudut rumah tersebut. “Ya Allah, rumah ini tempatku berteduh dari teriknya matahari dan dari dinginnya hujan. Dan bunda, almarhumahlah yang menyelimutiku dengan cinta dan kasih sayangnya” ucapnya dalam hati. Bundaaaaa….. ia menjerit dalam hati, tak ingin membuat kegaduhan di tengah ramainya pemukiman. Lalu, ia pun melihat sepucuk surat yang tersimpan di meja. “Apa ini? Surat?”. Rudi membuka surat tersebut, kemudian membacanya. “Tulisan ini….” ya, ini tulisan bundanya. Isi surat itu adalah…..
Untuk Rudi anak semata wayangku…..
Bunda membuat surat ini, karena bunda tau Allah akan mengirim malaikat mautnya untuk menjemput bunda. Bunda tau Allah pasti akan mengabulkan permintaan bunda, yaitu bunda ingin kamu membaca surat ini dan menengok bunda di rumah bunda yang baru. Rudi, saat kemarin bunda ke Singapura bunda senang sekali bisa melihat cucu bunda. Anakmu dia tampan setampan dirimu. Bunda lihat ada lambang salib di depan pintu rumahmu. Apa kamu sudah pindah keyakinan sekarang? Astaghfirullah, bunda merasa rugi. Bunda merasa menjadi orangtua paling tak berguna. Karena tak mampu menjadi orang kaya raya seperti yang kamu mau, sampai-sampai kamu pindah keyakinan untuk merubah nasib.
Rudi, istrimu seorang kristiani. Terserahmu, apa kau mau tetap di agama lahirmu atau tetap pada agamamu sekarang. Jika kamu memilih menjadi seorang muslim kembali, jangan ceraikan istrimu. Ajaklah dia untuk memeluk agama islam pula. Jika memang sudah tidak mau, keputusan ada di tanganmu. Kau sudah dewasa.
Oh iya, Rudi. Kamu gak usah khawatir tentang kedatangan bunda ke Singapura. Bunda tidak mencuri uang dari siapapun. Bunda sengaja menjual kalung emas dan televisi kita supaya bisa bertemu denganmu di Singapura. Rudi, kamu tau? Waktu itu adalah kali pertama bunda naik pesawat. Rasanya enak sekali. Dan, bunda rasa saat ibu meninggal pun pasti rasanya seperti naik pesawat. Kamu tenang aja, ibu masih menyisakan cincin pemberian almarhum ayahmu.
Rudi, bunda ingin memberitau sesuatu padamu. Bunda minta maaf, jika selama ini mata satu bunda mengganggu kehidupan kamu. Mata bunda masihlah dua saat 23 tahun yang lalu. Sampai suatu saat ada seorang anak laki-laki sedang bermain di kebun, lalu ia terjatuh dan kedua matanya tertusuk ranting. Sehingga, dokter menyarankan di operasi. Dan, bunda merelakan mata bunda yang sebelah kiri untuk mendonorkannya pada anak laki-laki itu. Sedangkan suami bunda merelakan mata kanannya. Kami tak ingin anak laki-laki yang tampan itu menikmati dunia nya dengan kegelapan. Dan, apa kamu tau siapa anak laki-laki itu? Dia adalah kamu, nak. Kamu Rudi anak bunda.
Isi surat itu, benar-benar menyentuhnya. Jika diibaratkan, bagai ribuan duri yang terkandung di dalam jantungmu. Rudi termenung, ia menunduk, menangis. Ia memegangi kedua matanya. Tak segan ia mengeluarkan sebanyak-banyaknya air mata miliknya, sekedar menangisi kekhilafannya. Otaknya, memutar semua kejadian di masa lalunya. Tak ada yang indah yang ia bayangkan. Entah mengapa, otaknya hanya memutar memori dimana kejadian saat ia membentak bundanya, mengacuhkannya. Bahkan, sudah tak menganggapnya sebagai ibu lagi. Ia bangga menjadi seorang yatim piatu dibanding harus memiliki orang tua yang sama-sama hanya memiliki mata satu. Sungguh, biadabnya ia. Rudi menengadahkan kepalanya, jika kalian lihat. Matanya berwarna merah, bengkak dan pipinya dihujani tangisan. “Bunda? Ya Allah jahatnya aku” hanya itulah yang bisa diucapkan. Rudi merasa dia bukanlah manusia, tega menyakiti seorang wanita yang lemah lembut. Bahkan, jika harus memilih mematuhi presiden atau ibu sendiri. Tentu, bagi anak yang baik ia akan lebih memilih mematuhi ibunya. Tergantung jika ibunya pun seorang ibu yang baik.
Tak ada yang dapat dilakukan kini, Rudi hanya mampu diam. Kecuali, ia harus memenuhi janji yang ia ucapkan saat di depan makam bunda nya tadi.
Penyesalan memang selalu datang di akhir, percayalah. Jika penyesalan datang di awal, semua manusia akan menjadi penghuni surga, baik itu surga dunia dan akhirat. Tidakkah kau berpikir? Tanggal 22 Desember, di Indonesia adalah Hari Ibu Nasional. Apa yang kau lakukan untuk ibumu? Orangtuamu? Mulailah perbaiki pribadi kita, surga ada di bawah telapak kaki ibu bukanlah sekedar pribahasa keindahan atau bukanlah pepatah lampau semata. Berbaktilah pada ibumu, di akhirat nanti kau bisa selamatkan ibumu dan sebaliknya. Tentu hanya untuk manusia yang baik saja.

Selamat Hari Ibu…..
Karya : Difa Ameliora Pujayanti

Maaf Bu, Saya Mencopet karena Ibu Saya Sakit……..

anak mudaSatu lagi cerita tentang pelajaran hidup, janganlah melihat sebuah persoalan dari satu sisi yang pada akhirnya akan membuat kesimpulan yang terburu-buru. Dari pinggir kaca nako di antara celah kain gorden, saya melihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Saya pernah melihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Adhi anak saya? Continue reading →

Kisah Nyata Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya

Ini adalah sebuah kisah nyata perjuangan seorang wanita yang berprofesi sebagai guru  yang rela berkorban demi kemajuan anak didiknya. Wanita ini tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur, setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunyai paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan pekerjaan seperti gadis-gadis lainnya. Karena Xia menolak akan hal ini, ayah  Xia selalu menghukum dia. Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan.

teacher xiaPas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk disebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid muridnya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong.

Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.

Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut. Kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada dipikirannya adalah berpuluh puluh mata murid muridnya yang akan kecewa kalau tidak ada kelas buat mereka belajar. Continue reading →

BELAJAR BAHASA INGGRIS ALA SEKOLAH OK

Cara Seru dan Unik Mengajar Menulis Bahasa Inggris Tentang Liburan Selain memberi pembelajaran keilmuan, guru juga mempunyai tugas menumbuhkan minat belajar Bahasa Inggris. Caranya dengan memberikan kegiatan yang variatif dan menyenangkan. Kegiatan ini cukup unik dan bisa meningkatkan motivasi belajar

Langkah mengajar:

  1. Mulailah pelajaran dengan warming up bermain tebak nama tempat yang dideskripsikan guru.
  2. Minta siswa menyebutkan kemana dan dimana mereka menghabiskan liburan.
  3. Tunjukkan karangan liburan unik yang ada di bagian bawah artikel ini. Bisa juga bapak/ibu guru membuat sendiri supaya lebih menarik.
  4. Mintalah siswa membaca karangan unik tersebut bersama-sama.
  5. Minta siswa membuat karangan seperti contoh. Sebaiknya tidak lebih dari 10 kalimat dengan syarat satu kata dalam setiap kalimat harus diganti gambar. Contoh hasil karya siswa Baca artikel lainnyaHoliday Postcard

sumber : sekolah oke

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEBERMAKNAAN

LILY MULYADI

KELAS A

            Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah pada dasarnya untuk menjadikan siswa agar memiliki kecakapan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Sebagai mahluk sosial siswa memerlukan kecakapan berkomunikasi. Dalam kenyataannya, komunkasi lisan ternyata  tidak mudah dilakukan (kosasih.2011:66). Hal ini dikarenakan berkomunikasi lisan diperlukan kemampuan  dalam memilih kata dan cara menyampikan agar mudah dimengerti oleh lawan bicara.

            Untuk mencapai kecakapan  berkomunikasi diperlukan suatu pembelajaran bahasa Indonesia yang menggambarkan kemampuan belajar siswa dalam mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kebermaknaan dalam  pembelajaran, yaitu struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu.

            Pembelajaran bahasa Indonesia  menjadi  lebih bermakna jika menggunakan model belajar kontruktivistik. Model pembelajaran konstruktivistik memberikan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi untuk  mengembangkan dirinya sendiri. Pembelajaran bermakna berarti adanya pemahaman yang mendalam (inertunderstanding) dan pemahaman terpadu (integrated understanding) terhadap materi pelajaran (dedi.tth). Pemahaman terhadap makna denotasi, konotasi, lokatif, ilokatif, perlokatif dan deiksis dibutuhkan peran siswa dan guru dalam membangun pemahaman yang mendalam dan terpadu. Dalam pembelajaran tersebut siswa menghubungkan informasi atau materi pelajaran baru dengan konsep-konsep atau hal lainnya yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Sehingga  terjadi apa yang disebut dengan belajar bermakna. Dengan demikian pembelajar tidak dianggap sebagai tabula rasa, berotak kosong ketika berada di kelas. Ia telah membawa berbagai pengalaman, pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuan baru atas dasar pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru diterimanya(abdul.2011:13)

            Lebih lanjut abdul(2010:14) mengemukakan bahwa prinsif model pembelajaran kontruktivitik 1) pembelajar adalah pencari makna. 2) pemaknaan membutuhkan pemahaman seluruh sebaik sebagian. 3) pembelajar akan berjalan baik, bila kita(guru) memahami modal mental yang digunakan pembelajar. 4)  tujuan pembelajaran konstruktivitik adalah individu(pembelajar) mengkontruksi maknanya. 5) Pembelajar dimotivasi agar mempunyai keberanian mengemukakan pendapat, gagasan sebagai proses dari konstruksi pegetahuan. 6) pengajar berkeharusan memberikan rangsangan yang mengarah pada penggunaan skema pembelajar. Uraian di atas mengambarkan pembelajaran bermakna.

            Pembelajaran bermakna bisa terjadi jika relevan dengan kebutuhan peserta didik, disertai motivasi instrinsik dan kurikulum yang pleksibel. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih  bermakna bagi siswa jika berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya.

Ada sedikit referensi tanpa pengarang  mudah-mudahan bermamfaat:

A. Referensi 1

B. Referensi  2

C. Referensi  3

D. Referensi  4

MAHASISWA PASCA UNSWAGATI

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

Foto-0051

Foto-0048Foto-0052Foto-0049Foto-0055

KETERSAMBUNGAN ATURAN BAHASA DAN TATANAN MASYARAKAT (KASUS KOMUNITAS SEKOLAH)

           Sekolah adalah sekumpulan individu dengan latar belakang sosial budaya yang berbeda. Sekolah  merupakan  satu usaha sistematik yang dibuat oleh masyarakat untuk menyampaikan pengetahuan, nilai, sikap dan kemahiran kepada ahlinya. Di sekolah  seorang siswa belajar  untuk menjadi seseorang yang berperanan dalam masyarakat. Siswa dibawah bimbingan guru mempelajari nilai dan norma yang diperlukan untuk memungkinkan seseorang dapat berperanan secara efektif dalam kehidupan sosial. Singkatnya di sekolah siswa belajar  bagaimana cara hidup bermasyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam menyampaikan nilai-nilai kemasyarakatan dibutuhkan  proses komunikasi yang efektif. Betapa pentingnya keefektifan  proses penerimaan dan pengiriman informasi untuk hidup manusia sehingga WIENER dalam Astrid mengatakan untuk dapat hidup efektif orang harus hidup dengan cukup informasi. Dengan demikian maka komunikasi dan pengawasan merupakan bagian yang hakiki, sebagaimanan juga manusia merupakan bagian dari masyarakat.(astrid.1977:3)

            Dalam penyampaian nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat dibutuhkan satu bahasa umum yang dipahami oleh seluruh siswa. Penyeragaman bahasa atau pembakuan bahasa akan mempermudah proses transformasi dan transmisi nilai-nilai kehidupan. Proses pembakuan  kaidah bahasa  dilakukan    di bidang ejaan, lafal, kosa kata dan tatabahasa . Penyeragaman kaidah bahasa akan memudahkan siswa sebagai anggota masyarakat  berkomunikasi dengan bidang lain. Pembakuan bahasa  juga sangat berpengaruh pada pembangunan Nasional karena informasi  dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya akan mudah diserap melalui medium bahasa  yang telah dibakukan. Hubungan bahasa dengan pembangunan suatu bangsa sangat erat. Maju mundurnya suatu bangsa bergantung pada penguasaan bangsa itu terhadap bahasa Nasional. Suatu bangsa yang tidak memiliki bahasa Nasional masyarakatnya sulit berkembang. Hal ini dikarenakan bahasa suku bangsanya hanya bisa digunakan sebagai alat komunikasi  dalam lingkungan sosial budayanya saja. Sedangkan untuk komunikasi dengan bidang-bidang lainnya  akan mengalami kesulitan. Bisa jadi masyarakat-masyarakat yang secara sosial budaya boleh dikata  tidak terbelakang, tetapi secara ekonomis, politis, teknologi, industri, serta ilmu pengetahuan tidak maju.(samsuri.1991:35).

            Dalam realisasinya menutut fisman(1968)  dalam Jazir, bahasa baik sebagai bahasa lisan maupun sebagai bahasa tulisan akan merupakan petunjuk tentang jaringan-jaringan antar hubungan dalam masyarakat, peran anggota masyarakat dalam kehidupan bersama ,luasnya hubungan-hubungan yang terjadi dalam masyarakat,  nilai-nilai yang dominan dalam masyarakat dan lambang kebangsaan. Lebih lanjut Fisman mengatakan  bahwa gagasan tentang masyarakat bangsa tidak akan dipahami dengan baik oleh masyarakat bila satu bahasa Nasional yang dikenal dan dikuasai oleh seluruh masyarakat, dan antara pemerintah dan masyarakat tidak ada. Negera yang mempunyai satu bahasa umum yang dikenal oleh seluruh rakyatnya akan lebih maju dalam pembangunan, idiologi politiknya akan lebih aman dan stabil.(jazir.1984:73).

DAFTAR PUSTAKA

Ali, L. (1989). Berbahasa Baik dan Berbahasa dengan Baik. Bandung: Angkasa.

Alwi. H .(2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Badudu, J. (1988). Cakrawala Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.

DEPDIBUD, PPPB. (1984). Politik Bahasa Nasional. Jakarta: Balai Pustaka.

Kumaravadivelu .B. (2006).Understanding Languageteaching From Method To Postmethod.Lawrence Erlbaum Associates.London

Ma’mur, I. (2010). Membangun Budaya Literasi. Jakarta Pusat: Diadit Media.

Samsuri(1991). Analisis Bahasa. Erlangga.Jakarta

Susanto, A. S. (1977). Komunikasi Dalam Teori dan Praktek. Bandung: P.T Rindang Mukti

 

24 Jenis Hewan Akan Dibangkitkan dari Kepunahan

Konferensi TEDx yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu mengungkap ide gila para ilmuwan. Mereka memaparkan gagasan untuk kembali menghidupkan hewan-hewan yang telah punah.

Total, ada 24 hewan yang akan dibangkitkan dari kepunahannya. Beberapa di antaranya adalah burung dodo dan zebra polos yang pernah hidup di Afrika Selatan. Laporan ilmiwah menyatakan, individu zebra polos liar ditembak terakhir tahun 1870 dan terakhir ditangkarkan mati pada tahun 1183

1707384-mammoth-620X310

Jenis hewan yang akan dihidupkan kembali dipilih berdasarkan beberapa kriteria. Salah satu kriterianya adalah peran yang bisa diberikan fauna itu dalam ekologi manusia saat ini atau apakah mereka cukup dicintai oleh manusia.

Ilmuwan juga mempertimbangkan alasan kepraktisan. Misalnya, apakah cukup mudah bagi ilmuwan untuk mendapatkan sampel DNA yang baik untuk mereproduksi hewan itu, juga kemungkinan untuk mengintroduksi kembali ke lingkungan.

Langkah pertama untuk menghidupkan hewan yang telah punah adalah mengambil DNA lebih dulu. Lalu, ilmuwan akan memasukkan genom ke dalam sel embrionik yang materi genetiknya telah dikeluarkan. Terakhir ialah dengan mengimplantasikan embrio ke induk hewan dengan kekerabatan terdekat.

article-2298805-18EA67FC000005DC-598_634x460

article-2298805-18EA680C000005DC-670_634x438
Diberitakan Daily Mail, Senin (25/3/2013), upaya menghidupkan kembali pernah dilakukan ilmuwan Perancis dan Spanyol. Mereka berusaha menghidupkan kembali kambing liar. Kambing berhasil dilahirkan, tetapi hanya hidup selama 10 menit.

Upaya membangkitkan hewan dari kepunahan memunculkan beberapa pertanyaan etis dan logis. Pertama, bagaimana memastikan DNA yang didapatkan bisa digunakan. Kedua, apa memang upaya ini harus dilakukan?

sumber: WASHINGTON, KOMPAS.com