Category Archives: pendidikan rakyat

My Angel,,, I’m Apologize……

Malam hari yang sunyi,pikiran Hana sedang semrawut, perasaan Hana benar-benar bercampur aduk antara marah,kecewa, risih, menyesal dan sebagainya. Hana tidak menyangka ada orang yang serese itu ngasih peraturan. “Ah, daripada mikirin dia mendingan tidur aja.” Hana pun tertidur lelap, dengan balutan selimut hangat, bantal empuk dan memeluk guling.
Tak seperti biasanya, pagi hari ini Hana tidak seceria yang biasanya. Karena semalam Hana mimpi aneh,”Ya Allah apa maksud dari mimpiku tadi malam? Semoga saja tidak akan terjadi meski aku membenci nya, amin” ucap Hana dalam hati. Langsung Hana mandi , mengenakan seragam kemeja sekolah kemudian sarapan. Ketika sarapan,Hana terus saja memikirkan mimpinya semalam.

”Ya Allah kenapa perasaanku tidak enak? Ya Allah aku mohon, jangan sampai mimpi itu terjadi” ucap Hana dalam hati sambil gelisah. “Sayang, ada apa? Kok sarapan nya gak dihabisin? Nanti belajarnya gak fokus lagi” ujar ibunya Hana. “Gak papa bu,” jawab Hana lirih. Lalu, Hana melanjutkan sarapan nya.
“Kepalaku rasanya mau pecah!Ya Allah kenapa ini? Gak biasanya aku kaya gini, padahal soalnya gampang semua?! Aduh, jangan sampai aku di remedial deh!” ujar Hana dalam hati ketika mengisi soal ulangan harian di kelasnya.
Saat di kelas, Hana ingin cerita pada Lisa tentang mimpi semalam. “Lisa” panggil Hana, “Eh” ucapnya menyesal ,”Kenapa aku panggil dia? Aku kan lagi marahan sama dia?” ujar Hana dalam hati. “Ada apa Hana?” jawab Lisa heran, karena setau dia Hana sedang marah padanya. “Gak jadi!” jawab Hana singkat.
“Dug-dug-dug-dug” suara jantung Hana berdetak dengan cepat. Saat itu, pak guru akan mengumumkan hasil ulangan matematika tadi. Dan ternyata…..Oh tidak!!!, di remedial?!, “Pak, apa bapa gak salah meriksa? Masa ulangan Hana hasilnya kecil sih! Bapak pasti salah nilai!” protes Hana. “Tidak Hana, Bapak sendiri juga kaget kenapa kamu bisa dapat nilai merah. Apa kamu lagi sakit Hana?” jawab pak guru. “Enggak ,Pak” jawab Hana singkat. Hana pun langsung duduk di tempat duduknya. Terlihat sahabatnya, Lisa menampakkan wajah riangnya karena mendapat nilai 100! ”Hana, kamu kenapa? Kok, bisa di remedial sih? Kamu nggak lagi sakit kan? Anak-anak pada melongo semua denger kamu di remed!?” ujarnya. “Diam kamu!” ujar Hana keras. “Hana, kalau kamu ada kesulitan, kenapa gak tanya atau cerita ke aku? Mungkin aku bisa bantu?Apa kamu lagi ada masalah?” jawabnya lembut. “Iyah, aku memang ada masalah karena kamu so so-an perhatian sama aku, mentang-mentang nilai kamu seratus! Aku tambah stres karena itu” sentak Hana ,dan Hana pun berlalu keluar kelas. Sontak, Lisa terkejut mengapa Hana sahabatnya bisa berubah sekasar itu? “Hana…..” ucapnya lirih dalam hati.
Saat istirahat, lagi-lagi Hana bertemu dengan Lisa, dia tetap saja menyapa Hana, walau Hana sedang marah besar padanya. “Assalamu’alaikum ,Hana” ujarnya. “Kumsalam” jawab Hana jutek, dan Hana langsung pergi dari hadapannya. Sebenarnya, Hana ingin sekali menangis, setiap Hana mengingat Lisa dan karena mimpi yang Hana alami semalam juga, tapi dia tahan. “Ya Allah kuatkanlah hamba-Mu ini” bisik Hana pelan.
Selama di kelas, Lisa dan Hana hanya diam tidak ada yang mengajak bicara sedikitpun. Bahkan , Hana pindah tempat duduk yang tadinya dengan Lisa jadi duduk bareng Agnes. “Agnes, aku boleh duduk disini nggak?” tanya Hana. “Oh, iya boleh. Emangnya kenapa kamu pindah tempat duduk, Han?” tanya Agnes. “Gak papa, Nes.” Pada hari itu, kebetulan Tini tidak sekolah karena izin. Jadi,Hana duduk dengan Agnes, dan Lisa duduk sendirian sambil terus memerhatikan Hana yang sangat kesal pada nya.
“Teng teng teng” bel sekolah yang menandakan pulang pun berbunyi. Di kelas, rasa nya seperti di pasar, karena ramai sekali. Beragam suara yang terdengar seperti suara decitan kursi, buku-buku yang dimasukkan ke dalam tas, suara pensil jatuh dan suara siswa-siswi yang mengobrol singkat. Segerombolan anak yang keluar dari kelas, tampak seperti pasukan semut. Disaat itu, Hana menabrak Lisa, tapi Hana hanya diam begitu pula dengan Lisa.
Saat tiba di rumah, belum juga Hana mengganti seragam kemejanya, terdengar suara telpon rumah. “Kring kring kring”, langsung saja Hana angkat. “Halo? Siapa ini?” ucap Hana, “Halo, Hana ini Agnes!” jawabnya. “Oh, kamu Nes. Ada apa?” jawab Hana, “Hana, Lisa kecelakaan!” ucapnya. “Apa? Lisa kecelakaan? Kapan? Sekarang Lisa lagi dimana?” jawab Hana kaget. “Sekarang Lisa lagi di RSUD Kuningan,Han. Kamu harus cepet kesini!” ujarnya. “Iya-iya aku kesana” jawab Hana singkat. Saat itu Hana lupa, bahwa dia sedang marah dan kecewa pada Lisa, mungkin karena perasaan batin seorang sahabat.
“Hana! Aku disini! Cepat !” suara Agnes dari kejauhan. Sesampainya di RSUD,Hana langsung menghampiri Agnes.Mereka pun berlari menuju ruang ICU. Hana terkejut , melihat Lisa terbaring dengan penuh lumuran darah di sekujur kemeja putih biru kotak-kotaknya. “Lisa!” teriak Hana khawatir sambil berlari, tapi Agnes menahan nya.

“Hana, kamu jangan masuk. Dia akan dirawat” ucap Agnes. Hana terus saja memanggil nama Lisa sambil menangis, “Lisa…….Lisa, Lisa,,,,maafin aku….”. Disamping itu Hana melihat ibu dari Lisa terus saja menangis melihat anaknya dalam keadaan seperti itu.
Dua jam kemudian, saat Lisa sudah dipindahkan ke kamar pasien. Dokter pun keluar, dan memberitahu apa yang terjadi. “Dokter, bagaimana dengan keadaan anak saya? Dia baik-baik saja kan,Dok?” tanya ibunya Lisa gelisah. “Dia baik-baik saja,Bu.” Jawab dokter. “Alhamdulillah” ujar Hana senang, begitupun dengan yang lain. “Apa kami boleh melihat Lisa sekarang?” tanya ibunya Lisa kembali. “Silahkan,Bu” jawab dokter.
Saat di dalam, ibunda Lisa langsung memeluk Lisa yang sebenarnya belum sadar dari tabrakan mobil truk tadi. Satu, dua tetes air mata Hana pun jatuh, melihat sahabat yang ia sakiti hatinya terbaring lemah. “Lisa…”ujar Hana lirih sambil menangis. Sampai beberapa saat kemudian, Lisa membuka matanya. Sontak ruangan pun ramai dengan panggilan nama Lisa yang sudah sadar. Semuanya tersenyum gembira.
Di sore harinya, Hana kembali menjenguk Lisa di rumah sakit karena tadi Hana pulang ke rumah. Dan kali ini, Hana ditemani kedua orangtua dan kakaknya. “Lisa, kamu harus sembuh yah, karena aku membawakan sesuatu buat kamu! Semoga kamu suka” ujar Hana paksa.Lisa hanya tersenyum tipis . “Tara!!!! Ini dia buat kamu, spesial buat Lisa sahabatku yang sedang berulang tahun hari ini!” hibur Hana. “Wah, buku! Makasih ya ,Han! Aku suka” jawab senang Lisa. “Bagus kan? Kalo kamu mau baca , kamu harus sembuh dulu yah?!” ucap Hana. Suara adzan maghrib memecah suasana saat itu. “Han, shalat yuk, aku mau kamu jadi imamnya.” ujarnya. “Hah? Aku? Aku gak bisa Lis!”jawab Hana “Udah, cepet sana! Kamu mau aku sembuh kan? Mungkin aja dengan kita shalat berjama’ah, aku bisa sembuh total?” ujarnya sambil menaikkan alisnya yang tebal dan tersenyum.

Selesai shalat, tiba-tiba saja Lisa memberi Hana secarik surat, dan ia melarang Hana untuk membacanya sekarang. “Aaah, rahasiaan mulu!” canda Hana sambil mencubit pipinya. “Han, aku juga punya hadiah buat kamu, tapi kamu harus tutup mata dulu ya!”ujarnya ,”Asiiik, OK!” jawab Hana senang. Kini, Lisa sudah terlihat sangat sehat tidak terlihat wajah pucat sama sekali, dan Hana merasa senang. “Tunggu ya…” ucap Lisa rahasia. Tiba-tiba Hana merasa ada sekantong plastik yang Lisa gantungkan di tangan Hana. “Wah, apaan nih? Koq, ngasih keresek sih Lis?” tanya Hana heran ketika memejamkan mata. Tapi, Lisa tidak meminta Hana untuk membuka mata, lalu Hana mengintip.
Terlihat Lisa sudah terkujur kaku dengan posisi terbaring. Hana memanggilnya,”Lisa, Lisa kamu tidur yah? Nanti dulu dong tidurnya!” pinta Hana, tapi Lisa sama sekali tidak menjawab, Hana pun mulai gelisah sambil terus memanggil namanya. “Doorr!!!” Lisa mengejutkan Hana,”Aduuh, Lisa jangan buat aku kaget dong! Gak lucu tau!” ujar Hana kesal. “Ha ha, kaget yah?!”jawab kepuasan Lisa. “Eh, buka dong kereseknya!” pinta Lisa. “Iye-iye” jawab Hana kesal. Hana merasa terkejut ,ternyata isinya adalah sepasang baju muslimah beserta kerudungnya. “Gimana? Jadi, kapan kamu mau berhijab,Han?” tanya Lisa. Tiba-tiba saja, dua tetes air mata jatuh dari mata Hana. “Loh, kamu kenapa,Han? Kok,nangis sih?” tanya Lisa heran. “Ah? Gak papa ko” jawab Hana lirih,”Pake dong bajunya, dan aku minta sekarang kamu pakai baju itu! Sekarang! Ayo cepet!” paksa Lisa. Hana pun memakai baju itu di kamar mandi.
Setelah Hana mengenakan baju itu, terasa kehangatan dan rasa nyaman,Hana mulai betah memakai baju itu. Dan, ketika Hana keluar untuk menunjukkannya kepada Lisa. Terlihat, Lisa sudah terbaring dengan mata tertutup sambil tersenyum. “Ah, pasti bercanda nih anak!” ujar Hana ngeyel, dan Hana pun menggoyang-goyangkan tubuh Lisa sambil memanggilnya tapi ia tidak menyahut. Hana periksa dadanya, dan betapa terkejutnya ia tidak ada detakan jantung sama sekali! Hana pun memanggil dokter, “Dokter-dokter!” dan dokter pun masuk. Ia, memeriksa Lisa,kemudian menghela nafas. “Saya harap semuanya untuk bersabar!” ujar sang dokter. “Memangnya ada apa, Dok? Jangan bilang yang nggak-nggak ,Dok!” jawab Hana tegas. “Dia telah dipanggil oleh Yang Kuasa” jawab dokter.

Suasana menjadi hening seketika, setelah itu dilanjutkan dengan suara tangisan yang keras. Semua menghampiri Lisa, sambil menangis histeris. “Lisaaaaaaaaa…….!!!!!! Aku mohon jangan tinggalin aku!!!!! Aku udah lakuin apa yang kamu mau, aku sudah berhijab, Lisa!” tangis Hana histeris. Hana pun mulai terasa lemah, perlahan Hana berjalan ke luar. Hana sandarkan tubuhnya di dinding, perlahan mulai terjatuh. Hana membuka, kembali kantong keresek itu dan terlihat ada secarik kertas yang Lisa berikan tadi. Kemudian Hana mulai membaca isinya yaitu,
“Hana sahabatku, aku mengirim surat ini karena aku sayang banget sama kamu. Aku tau apa yang membuat mu marah padaku, mungkin kamu merasa kalau aku ini bawel. Terlalu sering nasehati kamu ini dan itu. Tapi itu semua juga untuk kebaikan kamu, Han! Aku ingin sahabat yang paling aku sayang ini berhijab agar kita bisa menjadi hamba Allah yang menjalin persahabatan yang juga dicintai oleh-Nya. Kalo, kamu pakai kerudung juga kan bisa menyelamatkan kamu! Aku minta maaf, kalau selama ini aku terlalu bawel sama kamu. Tapi, ingat jangan kamu lupain pesan aku ini! Dan, kamu juga gak usah nangis lah karena kepergian aku, ngapain ditangisin? Nanti di surga juga ketemu kok. Asalkan kamu mau berhijab! Ingat, yah! Terus bajunya wajib kamu pakai! OK!”
Satu,dua, tiga, empat, lima hingga selebihnya air mata Hana terus mengalir deras bak sungai yang bercabang menjadi anak sungai. Hana merasa sangat bersalah padanya, Hana pernah memarahinya,padahal itu adalah yang terbaik untuknya. “Ya Allah, apa ini adalah arti dari mimpi yang aku alami semalam? Kalau akan terjadi sesuatu pada Lisa? Kenapa bodoh sekali aku ini ,kenapa dulu aku mengabaikan nasihatnya? Seharusnya , aku sudah harus berhijab sama sepertinya. Dasar Hana kamu memang bodoh!” ujar Hana di dalam hati,sambil membenturkan kepalanya ke dinding dengan keras. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikirannya kejadian di suatu hari, dimana ia pernah melontarkan perkataan secara kasar kepada Lisa dulu.
—“Hana, menurut aku kamu harus berhijab seperti aku ini. Aku takut nanti kamu menyesal sebelum ajal menjemput kamu. Tempat untuk wanita yang tidak berhijab karena Allah itu di neraka loh! Hukumannya pun berat,kamu akan digantung dengan tumpuan badan oleh rambut kamu sendiri! Nanti kamu menyesal lagi!? Aku udah bilang ini dari dulu, belum kamu konfir juga?” tanya Lisa. “Cukup! Cukup Lisa! Aku capek Lis! Capek!, kamu bisa sabar dikit napa? Aku bosen ngedengernya! Kamu ini sombong banget sih, mentang-mentang udah berhijab nyuruh aku inilah , itulah. Kamu nge-do’ain aku supaya cepet mati dan masuk neraka? Kalo gitu, kenapa aku gak mati aja sekarang biar kamu puas? (Puas? Puas? Puas?)” —
Perkataan itu terus saja mengiang-ngiang di dalam otak Hana. “Ya Allah, aku belum minta maaf ke Lisa. Kenapa Engkau ambil dia secepat ini? Dia wanita yang sholihah, dia adalah malaikat yang menyelamatkanku disaat aku khilaf. Ukhti, aku berjanji akan mengenakan hijab selamanya sampai aku mati nanti hanya karena Allah. Aku akan berubah menjadi lebih baik! Kita pasti akan bertemu di surga nanti” ujar Hana dalam hati yang melihat Lisa dari jendela lorong ,sambil meneteskan air mata dan tersenyum.

Karya : Difa Ameliora Pujayanti

Iklan

SMP 2 MANDIRANCAN TERUS BERBENAH DIRI

Foto-0104Foto-0109Foto-0107Foto-0007

Foto-0112Foto-0106Foto-0111
Foto-0108

KE—-UTAMA—AN BERBAKTI PADA ORANG TUA

images3Kasih kedua orang tua tak terkira. Berkat perantara jasa merekalah kehidupan di muka bumi ini bisa berjalan sebagaimana mestinya. Ada segudang alasan mengapa keduanya pantas dimuliakan.

Birrul walidain, berbakti kepada kedua orang tua, menurut dosen Fakultas Studi Islam Universitas Juanda Bogor Dr Amin Mahruddin, adalah perintah Allah SWT. Ini ditegaskan dalam deretan ayat dan hadis. Selama ketaatan itu dalam hal kebajikan dan bukan maksiat, wajib menghormatinya.

“Sekalipun keduanya non-Muslim, bahkan musyrik,” tuturnya. Ingat, wasiat seorang bijak, Luqman. Dalam Surah Lukman ayat 14, ia berpesan agar menaati keduanya. “Dosa besar jika mendurhakai mereka,” Lukman menyebut.

Budi orang tua untuk anak tak berpamrih. Karenanya, jasa-saja mereka sangat luar biasa. Ia menyebutkan kisah sahabat Rasulullah SAW yang menggendong ibunya ke manapun, di luar waktu shalat atau ke kamar mandi. Tulang punggung sahabat itu sampai terluka. Ketika hidup, itu adalah bentuk pengabdian. Namun, Rasul menegaskan, pengorbanan itu tak seberapa dibandingkan jasa mereka.

Ia mengungkapkan, ada beberapa bentuk birrul walidain selama keduanya masih hidup. Pertama, dalam bentuk akal pikiran. Maksudnya, kata Ustaz Amin, jika orang tua meminta anaknya menyelesaikan suatu masalah, anak harus membantunya. Kedua, berbakti dalam bentuk tenaga, yaitu membantu, melayani, merawat orang tua. Sedangkan, bentuk finansial dengan mencukupi segala kebutuhannya.

Ada banyak faktor yang membuat air susu orang tua dibalas anaknya dengan tuba. Menurut Amin, di antaranya ialah pengaruh budaya Barat. Merekaimages1 menganggap orang tua sebagai beban, karena itu dititipkan di panti jompo. Islam tidak memperkenankan hal itu sehingga sanksi bagi pelakunya sangat berat. Ancamannya, Neraka Jahanam. “Bilang ‘uf’ saja dilarang, apalagi menelantarkan,” ujarnya berkilah.

Sejumlah tayangan di televisi, seperti sinetron yang kurang edukatif, disebut Amin, ikut andil mengikis empati anak kepada kedua orang tua. Perhatikan saja tayangan di sinteron, ada anak memaki ibunya, melawan, berbicara tidak ada tata karma. Contoh buruk itu mengundang anak-anak untuk mempraktikkannya.

Bedakan, lanjutnya, dengan kondisi dan suasana pendidikan di pesantren. Suasana pesantren mengajarkan pentingnya bertata karma. Untuk itulah, ia berpandangan salah satu upaya untuk mentradisikan berbakti ialah dengan mengarahkan anak ke pondok pesantren. Jika enggan memasukkan anaknya belajar di pesantren, ia meminta orang tua mendidik dan melakukan pengawasan ketat. Perhatikan tontonan, teman bergaul, dan segalanya. “Paling utama perkuat institusi keluarga,” paparnya.

Menurut Ustaz Mohay Attaly SAg, perintah berbakti terhadap kedua orang tua berada di posisi yang krusial. Ada di urutan ketiga menyusul amar menaati Allah dan Rasul-Nya. Jika orang tua jahat, tetap hormati selama tidak menyuruh maksiat. “Tolaklah dengan halus,” katanya.

Berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang tidak ada bandingnya. Anak yang rajin shalat, puasa, pulang-pergi umrah dan berhaji, tapi satu jengkal saja orang tuanya tidak ridha, surga itu tertutup. ”Ridha Allah terletak pada ridha orang tua,” ujarnya. Maka, mintalah ridha keduanya agar hidup tenang dan jangan membuat mereka murka.

images2Ia menyebutkan kisah, pada zaman Rasul, ada seorang ayah mencuri harta anaknya. Kasus ini dilaporkan kepada Rasul. Nabi menegaskan bahwa sekalipun harta itu milik anak, hakikatnya ada hak orang tua di sana. Karenanya, anak tak boleh sombong dan lupa diri.

Ia mengungkapkan, cara berbakti kepada orang tua bisa dilakukan secara lahir. Seperti dengan mengikuti segala nasihat baik, membuat hati mereka senang, dan berkata sopan. Dengan cara batin, lanjut Ustaz Mohay, setiap saat selalu mendoakan mereka. Karena bakti anak kepada orang tua tidak sebatas ketika mereka masih hidup, tapi selamanya.

Ia menambahkan, upaya pembiasaan berbakti itu bisa dilakukan dengan penerapan pendidikan Islam dalam keluarga. Ajarkan agama sejak dini. Berikan contoh yang baik. Tunjukkan bakti Anda kepada kedua orang tua. Niscaya, buah hati Anda akan berbakti dan melakukan kebaikan yang sama. “Sebelum terlambat, tanamkan agama sekarang di keluarga,” katanya.

SUMBER: REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Susie Evidia Y

Maaf Bu, Saya Mencopet karena Ibu Saya Sakit……..

anak mudaSatu lagi cerita tentang pelajaran hidup, janganlah melihat sebuah persoalan dari satu sisi yang pada akhirnya akan membuat kesimpulan yang terburu-buru. Dari pinggir kaca nako di antara celah kain gorden, saya melihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Saya pernah melihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Adhi anak saya? Continue reading →

Kisah Nyata Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya

Ini adalah sebuah kisah nyata perjuangan seorang wanita yang berprofesi sebagai guru  yang rela berkorban demi kemajuan anak didiknya. Wanita ini tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur, setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunyai paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan pekerjaan seperti gadis-gadis lainnya. Karena Xia menolak akan hal ini, ayah  Xia selalu menghukum dia. Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan.

teacher xiaPas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk disebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid muridnya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong.

Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.

Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut. Kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada dipikirannya adalah berpuluh puluh mata murid muridnya yang akan kecewa kalau tidak ada kelas buat mereka belajar. Continue reading →

Tahukah anda “Jiang Qing “

Jiang Qing 1914 – 1991, korban : 500.000+

Jiang QingJiang Qing adalah istri dari Mao Tse-tung seorang diktaktor komunis di Cina. Karena kepintarannya menyusun gerakan, dia mendapatkan posisi yang paling berkuasa di dalam partai komunis ( berkuasa seperti presiden ). Dipercaya bahwa dialah otak dibalik Revolusi Budaya Cina ( dimana dia menjadi wakil pemimpin).

 Selama Revolusi Budaya, banyak aktifitas ekonomi yang berhenti dan bangunan-bangunan kuno, artefak, barang-barang antik, buku-buku, dan lukisan-lukisan yang tidak terhitung banyaknya, hancur oleh Red Guards ( pasukan Merah ). Selama 10 tahun Revolusi Budaya, juga berpengaruh pada sistem pendidikan yang diberhentikan dan banyak orang-orang pintar dikirim ke kamp tahanan.

 Jutaan orang di Cina dilaporkan mengalami penyiksaan hak-hak asasi selama Revolusi Budaya. Jutaan lainnya juga mengalami pemecatan secara paksa. Perkiraan korban kematian, orang sipil dan pasukan merah, baik dari orang barat dan orang timur, sekitar 500.000 orang. Namun, dalam kekacaubaluan pada tahun 1966-1969, bisa jadi korban naik menjadi 3 juta, dari 36 juta orang yang dianiaya.

sumber: http://faktamuharam.blogspot.com

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEBERMAKNAAN

LILY MULYADI

KELAS A

            Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah pada dasarnya untuk menjadikan siswa agar memiliki kecakapan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Sebagai mahluk sosial siswa memerlukan kecakapan berkomunikasi. Dalam kenyataannya, komunkasi lisan ternyata  tidak mudah dilakukan (kosasih.2011:66). Hal ini dikarenakan berkomunikasi lisan diperlukan kemampuan  dalam memilih kata dan cara menyampikan agar mudah dimengerti oleh lawan bicara.

            Untuk mencapai kecakapan  berkomunikasi diperlukan suatu pembelajaran bahasa Indonesia yang menggambarkan kemampuan belajar siswa dalam mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kebermaknaan dalam  pembelajaran, yaitu struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu.

            Pembelajaran bahasa Indonesia  menjadi  lebih bermakna jika menggunakan model belajar kontruktivistik. Model pembelajaran konstruktivistik memberikan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi untuk  mengembangkan dirinya sendiri. Pembelajaran bermakna berarti adanya pemahaman yang mendalam (inertunderstanding) dan pemahaman terpadu (integrated understanding) terhadap materi pelajaran (dedi.tth). Pemahaman terhadap makna denotasi, konotasi, lokatif, ilokatif, perlokatif dan deiksis dibutuhkan peran siswa dan guru dalam membangun pemahaman yang mendalam dan terpadu. Dalam pembelajaran tersebut siswa menghubungkan informasi atau materi pelajaran baru dengan konsep-konsep atau hal lainnya yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Sehingga  terjadi apa yang disebut dengan belajar bermakna. Dengan demikian pembelajar tidak dianggap sebagai tabula rasa, berotak kosong ketika berada di kelas. Ia telah membawa berbagai pengalaman, pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuan baru atas dasar pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru diterimanya(abdul.2011:13)

            Lebih lanjut abdul(2010:14) mengemukakan bahwa prinsif model pembelajaran kontruktivitik 1) pembelajar adalah pencari makna. 2) pemaknaan membutuhkan pemahaman seluruh sebaik sebagian. 3) pembelajar akan berjalan baik, bila kita(guru) memahami modal mental yang digunakan pembelajar. 4)  tujuan pembelajaran konstruktivitik adalah individu(pembelajar) mengkontruksi maknanya. 5) Pembelajar dimotivasi agar mempunyai keberanian mengemukakan pendapat, gagasan sebagai proses dari konstruksi pegetahuan. 6) pengajar berkeharusan memberikan rangsangan yang mengarah pada penggunaan skema pembelajar. Uraian di atas mengambarkan pembelajaran bermakna.

            Pembelajaran bermakna bisa terjadi jika relevan dengan kebutuhan peserta didik, disertai motivasi instrinsik dan kurikulum yang pleksibel. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih  bermakna bagi siswa jika berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya.

Ada sedikit referensi tanpa pengarang  mudah-mudahan bermamfaat:

A. Referensi 1

B. Referensi  2

C. Referensi  3

D. Referensi  4

MAHASISWA PASCA UNSWAGATI

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

Foto-0051

Foto-0048Foto-0052Foto-0049Foto-0055

ANDAI SANG JENIUS KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI……….

1. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano
Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson Tansu. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.
Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.
Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita. Ia tumbuh cemerlang tanpa perhatian negara sama sekali. Bila Koran Tempo kali ini menurunkan liputan khusus mengenai orang-orang seperti Nelson, itu karena koran ini melihat sesungguhnya kita cukup memiliki ilmuwan dan pekerja profesional yang berprestasi di luar negeri. Diaspora kita bukan hanya tenaga kerja Indonesia. Kita memiliki sejumlah Nelson lain—di Amerika, Eropa, dan Jepang. Orang orang yang sebetulnya, bila diperhatikan pemerintah, akan bisa memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan Indonesia.

2. Muhammad Arief Budiman

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. Dialah Muhammad Arief Budiman. Pada mulanya bercita-cita menjadi pilot, lalu ingin jadi dokter karena harus berkacamata sewaktu SMP, anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.
Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutuhan pangan dunia.
Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.
Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.
Kita pun seperti melihat sepenggal kecil sejarah Indonesia yang sedang diputar ulang. Pada akhir 1955, ahli genetika (dulu pemuliaan) tanaman kelahiran Jawa yang malang-melintang di Eropa dan Amerika, Joe Hin Tjio, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah genetika karena temuannya tentang genetika manusia. Ia menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 buah—bukan 48 seperti keyakinan ahli genetika manusia di masa itu (“The Chromosome Number of Man. Jurnal Hereditas vol. 42: halaman 1-6, 1956). Tjio—lahir pada 1916, wafat pada 2001—bisa menghitung kromosom itu dengan tepat setelah ia menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr T.C. Hsu di Texas University, Amerika Serikat.
Continue reading →

SEMOGA BANGSA DAN NEGARA KEMBALI PADA UUD’45 DAN PANCASILA

Foto-0049

Foto-0046Foto-0044

Mereka adalah murid kami yanag siap bertarung dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan budaya. Walau mereka memiliki keterbatasan finansial namun mereka memiliki semangat untuk mengubah dunia sangat tinggi.

Cita-cita mereka sangat mulia mengembalikan negara Indonesia sesuai dengan cita-cita yang terkandung dalam UUD45 dan Pancasila sebagai landasan hidup bangsa. Bangsa Indonesia yang mencintai  perdamaian kini mulai pudar . Pertikaian dimana-mana. Anarki tiada hentinya , mesin-mesin pembunuh terus mengerus balita, anak-anak, remaja dan perempuan-perempuan yang lemah.

Tanah air yang suci tiada henti disirami darah-darah saudara sendiri. Adakah solusi sehingga pertempah darahan tidak terulang. Serasa hidup ini berada dibelantara singa-singa haus darah. Kemana harus mencari kedamaian.

Harapan yang tinggi semoga anak didik kami kelak bisa mengembalikan bangsa Indonesia pada landasan, pandangan hidup, pegangan hidup yaitu PANCASILA.