Category Archives: pendidikan manusia

Mata Satuku

“Aku berangkat, bu! Assalamu’alaikum!” saut remaja laki-laki dari ruang tamu.
“Iya, nak! Hati-hati ya. Wa’alaikumussalam” jawab sang bunda tersenyum.
Remaja itu pun segera berangkat ke sekolahnya. Entah, atas motivasi apa. Remaja laki-laki itu berlari secepatnya, menjauh dari rumah mungilnya. Tiba-tiba saja, bundanya yang sedang membuat nasi goreng untuk sarapan, teringat untuk apa ia membuat ini. Ya, nasi goreng ini untuk anaknya. “Astaghfirullahaladzim! Rudi belum sarapan!” ingatnya. “Rudi! Rudi!” teriak bunda. “Kamu belum sarapan, ini bekalny…” ia pun terhenti saat melihat anaknya berlari terbirit-birit. “Dia sudah pergi? Kenapa berlari? Hm, sepertinya dia sangat bersemangat sekolah. Ya Allah, mudahkanlah anakku Rudi untuk menggapai cita-citanya. Aamiin” ucap sang bunda dalam hati dengan penuh keikhlasan, disertai dengan senyuman di wajahnya.

Bocah itu menghembuskan nafasnya. Ia kelelahan. “Huh, akhirnya bisa jauh juga dari nenek sihir itu. Aku gak mau makan sarapan buatan dia. Gak enak!” keluh Rudi. Ia pun melanjutkan perjalanannya menuju sekolah dengan jalan dalam tempo yang biasa, tidak seperti tadi sambil berlari. Sesampainya di sekolah, ia pun langsung bergegas ke warung tanpa menaruh tasnya terlebih dahulu di kelas. Ia membeli jajanan untuk sarapan. “Bi, aku beli ini ya. Berapa?” tanya Rudi pada bibi, si penjual. “Itu semuanya 3000” jawab si bibi. “Oh, ini bi uangnya. Pas 3000. Makasih” ujar Rudi, bibi itu pun menerima uang dan Rudi bergegas ke kelas untuk sarapan.

SMA Negeri Tanjung Harapan adalah sekolah dimana Rudi menimba ilmu. Rudi bisa dikategorikan sebagai anak berprestasi di kelas bahkan di sekolahnya. Sekarang ini, ia sudah kelas 12. Ya, kelas 12 sudah mulai disibukkan dengan pemantapan untuk menghadapi ujian nasional. Rudi menaruh tasnya di kursi tempat duduknya. Ia membuka bungkusan nasi goreng itu dan memakannya dengan lahap, tanpa berdo’a terlebih dahulu.
“Eh, Rudi kamu sarapan di sekolah lagi?” tanya Anton teman dekatnya.
“Iya nih!” jawab Rudi.
“Emangnya, bundamu gak masak?”
“Enggak! Tega banget ya bundaku?! Saking jahatnya, sampai-sampai enggak masak sarapan buat anaknya yang sebentar lagi mau ujian nasional. Huft” kesal Rudi dengan penuh dusta.

“Ya ampun. Ya udah deh, kalo gitu mulai sekarang aku juga bakal sarapan di sekolah temenin kamu. Biar nanti, aku yang bayar. Aku gak tega lihat kamu kaya gini, Di!” simpati Anton. Rudi tersenyum puas mendengar ucapan Anton yang terlihat sangat tulus mengatakannya. Ya, Rudi telah berbohong. Padahal, di rumah sang bunda sudah membuatkan sarapan untuknya seorang. “Haha, akhirnya” ucapnya dalam hati yang penuh dengan kepuasan. Anton, dia adalah salah satu anak konglomerat yang rendah hati di desanya. Kepribadiannya yang baik terhadap sesama, membuatnya banyak disenangi orang. Bukan saja teman-temannya di sekolah, namun di lingkup masyarakat pula. Dan Rudi, memanfaatkan itu dengan rencana yang sangat licik.



Seusai jam sekolah selesai, Rudi hendak pulang. Namun, ketika ia melihat Anton yang juga akan pulang dengan menaiki motor besar, ia menghampiri Anton.
“Hai, Anton. Mau pulang?” sapa Rudi.
“Eh, Rudi. Iya. Kamu juga kan?” jawab Anton santun.
“Iya. Tapi aku mau ngomong sesuatu sama kamu” memulai pembicaraan.
“Apa? Silahkan”
“Gini, kita kan udah kelas 12 jadi harus rajin belajar bukan?” tanya Rudi.
“Iya” Anton mengangguk.
“Nah, aku pengen ngajak kamu buat belajar bareng. Tapi tempatnya di rumah kamu” Rudi memperjelas.
“Oh, gitu. Ayo aja! Tapi, kenapa harus di rumahku?” tanya Anton heran.
“Ya, kamu tau. Rumah kamu kan bagus. Pasti nyaman belajarnya. Gimana? Boleh kan?”
“Ehm, boleh aja sih. Memangnya kita mau belajar bab yang mana?”
“Pelajaran bahasa indonesia mau nya, bab 1 yang kelas 10”
“Ayo. Tapi apa kamu enggak pulang dulu?”
“Mau ngapain?”
“Ya izin lah ke bundamu. Bab yang kita pelajari kan banyak. Pasti sampai malam”
“Oh soal itu, kamu gak usah khawatir. Aku….. aku udah bilang kok ke bunda soal ini. Dia gak akan khawatir” ujar Rudi yang merasa kaget ditanya seperti itu. Rudi gugup menjawabnya, dan ia pun menjawabnya dengan berbohong, lagi.
“Oh ya sudah kalau begitu. Cepat naik!”
“Iya”



Salam kehangatan menyelimuti senja menjelang malam itu. Lantunan shalawat menyertainya. Telapak kaki pun menyentuh dinginnya lantai masjid. Seorang wanita, mata nya menjajah hamparan alas di tepi masjid. Dan akhirnya ia menemukannya dan segera memakainya. Ia pun pulang dengan hati yang was-was. Anaknya Rudi, sampai saat ini belum juga pulang. Ia mempercepat jalannya.
Betapa kecewanya ia saat melihat keadaan rumahnya yang belum juga dihuni oleh anaknya. Sepi. Itulah sensasinya. Anakku belum pulang? Kalimat itulah yang memupuki hatinya. Meskipun terlihat sederhana, hanya tiga kata. Tetapi, setiap katanya mengandung unsur mendalam. Khawatir? Tentu saja! Ibu mana yang tidak khawatir mengetahui anaknya belum jua pulang disaat matahari pun sudah pulang ke rumahnya untuk istirahat melepas lelah. Bersiap untuk bertugas esok menyinari dunia. Sedangkan anaknya sendiri yang kini bernasib sebaliknya. Ia pun menengok ke luar. Berharap anaknya sedang berjalan menuju rumah. Namun, harapannya meleset. Tak ada satu pun raga diluar rumahnya saat itu. Diluar tengah hujan, awalnya hanya sebuah rintikan. Namun berlanjut menjadi sebuah hujan besar. Biasanya, orang-orang berusaha untuk menghangatkan diri kala hujan datang. Bahkan, sebagian darinya langsung tertidur. Namun, berbeda dengan wanita ini.
“Ya Allah, kemana anakku? Lindungi dia ya Allah. Lindungi dia” ucapnya lirih. Ia terus menerus berdo’a berharap Allah kan mengabulkan do’anya untuk senantiasa melindungi anak semata wayangnya di tengah derasnya hujan.



“Assalamu’alaikum! Bun! Bunda!” teriak Rudi dari luar. Bundanya yang kala itu tengah tidur lelap karena bergadang semalaman, terhentak kaget. Kagetnya kali ini, dibarengi dengan rasa kegembiraan. Anaknya pulang dengan keadaan yang baik-baik saja. “Rudi?” lirihnya. Ia pun langsung membukakan pintu.
“Rudi, kamu kemana semalam nak? Ibu mengkhawatirkanmu!” tanya bunda sangat khawatir.
“Aku habis belajar kelompok bareng Anton bun” jawab Rudi datar memasuki kamar.
“Alhamdulillah. Tapi kenapa kamu gak pamit dulu ke bunda? Maksudnya supaya bunda gak khawatir” ujar bunda halus.
“Hah? Jadi bunda tidur di kursi tamu cuman nungguin aku? Bunda berlebihan banget sih! Aku bukan anak nakal bun! Bunda kan tau Anton itu anak baik. Ya aku juga baiklah! Gimana si?” angkuh Rudi sambil menyiapkan buku pelajaran.
“Tapi kan lebih baik kalo kamu izin dulu ke ibu. Apa susahnya?”. Rudi tidak menghiraukan ucapan bundanya, ia pun mengganti bajunya.
“Alah, udah deh. Harusnya bunda bersyukur dong aku udah pulang, jangan nasehatin aku mulu. Udah deh, aku mau berangkat” sentak Rudi sambil menggendong ransel sekolahnya.
“Loh, mau berangkat lagi? Kamu kan bar”
“Bunda! Hari ini aku sekolah. Ini hari kamis bun. Bunda lupa? Atau amnesia? Gini ya, punya orangtua yang lupa umur” sentak Rudi.
“Astaghfirullahaladzim. Ya sudah, maafkan bunda. Bunda rindu sama kamu. Kamu tunggu disini! Bunda akan masak dulu buat kamu sarapan”
“Gak usah bun. Aku udah sarapan dan mandi dirumah Anton. Aku langsung berangkat aja. Kasian Anton udah nunggu”
“Loh, kamu sama Anton? Antonnya mana?”
“Ada di mobil. Emangnya kenapa? Bunda mau Anton kesini? Gak! Rudi enggak akan melancarkan itu. Mending kalo rumah kita bagus. Lah ini? Udahlah, Rudi berangkat!”
“Dan…. ibu gak usah lebay ngekhawatirin Rudi. Kalo Rudi belum pulang atau bahkan gak pulang, itu artinya Rudi ada di rumah Anton, belajar bareng! Ngerti?! Oh ya, bunda jangan ke sekolah lagi kaya kemarin! Rudi malu tau! Rudi gak mau dibully sama temen-temen Rudi, gara-gara bunda cuman punya mata satu! Ngerti?!! Assalamu’alaikum!” ujar Rudi sok bijak.
“Wa’alaikumus…”
“Brug!” Rudi membanting pintu dengan sangat keras.
Ya Allah haruskah anakku seperti itu? Ujar bunda dalam hati. “Astaghfirullah, maafkan aku. Lebih baik sekarang aku beres-beres rumah”

10 tahun kemudian…..

“Daddy, ada tamu diluar” ucap imut seorang anak laki-laki.
“Iya sayang. Siapa?” ujar sang ayah lembut. Dia pun membukakan pintu, dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang berkunjung ke rumah keluarga kecilnya di Singapura.
“Kau?!” sentaknya.
Ya Allah, jadi ini cucuku? Ujar wanita paruh baya dalam hati yang menjadi tamu di rumah pria yang dipanggil “daddy” oleh anaknya.
Karena penampilannya yang kumuh dan wajahnya pun terlihat pucat, anak laki-laki pria itu mencelanya, “Daddy itu siapa? Kenapa jelek sekali. Hahaha”
“Hem, itu…. hey, siapa kau? Kenapa kau kesini? Tak ada sumbangan! Pergi!” sentak pria itu, yang kedua kalinya.
“Apa? Ehm, maaf saya salah alamat” ujar lirih wanita paruh baya itu dengan menundukkan kepalanya.
“Cepat pergi! Brug” sentak pria itu,lagi sambil membanting pintu dengan keras. Saking kerasnya, sampai-sampai membuat wanita paruh baya itu menaikkan bahunya, dan membesar matanya karena terkejut. Ia pun berlalu.

“Istriku,aku ingin pergi”
“Mau kemana?”
“Ke Indonesia”
“Indonesia? Untuk apa? Kau kan tak punya sanak keluarga disana?”
“Ada acara reuni di SMA ku dulu”
“Oh ya sudah, berapa lama?”
“Sekitar 2 hari. Bagaimana boleh kan?”
“Silahkan saja”

Acara reuni kala itu, sangatlah berkesan. Banyak dari lulusan angkatan Rudi yang menjadi orang-orang sukses. Mereka melepas rasa rindu kala itu. Saling bersalaman, bahkan tak segan untuk saling mengobrol.
“Sampai jumpa lagi ya! Makin sukses! Semoga bisa bertemu lagi!” ujar Anton, teman dekat Rudi yang kini menjadi seorang walikota.
“Ya, kau juga! Aamiin” sahut Rudi senang. Lalu, acara reuni itu pun selesai. Dan masing-masing dari mereka pulang. Tak terkecuali Rudi. Tetapi, entah atas alasan apa. Tiba-tiba saja ia ingin berkunjung ke rumahnya saat 10 tahun lalu.
Rudi, pria yang kini dewasa itu pun memasuki salah satu daerah kumuh, tempatnya ia tinggal dulu. Matanya tertuju pada sebuah rumah kecil,berselimut bilik dan atapnya yang terlihat sedikit lagi akan rubuh. Anak-anak kecil disekitarnya melihat Rudi dengan mulut yang sedikit menganga. Ya, Rudi mengenakan jas hitam mahal, sedangkan mereka hanya berpakaian sederhana yang kumuh.
Tibanya Rudi di beranda rumah itu, ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah tersebut. Meskipun ada perasaan jijik, karena lingkungan disekitarnya pun kotor.
“Assalamu’alaikum! Permisi. Kenapa tidak ada yang jawab?” heran Rudi. Lalu ada seorang ibu lewat. Rudi menatapnya dan hendak bertanya. Ibu itu pun memandangi Rudi dengan tatapan aneh, karena gaya nya yang benar-benar orang kota. “Ibu, permisi rumah ini masih ditempati kan?” tanya Rudi.
“Oh, rumah ini? Rumah bu Ratna? Rumah ini sudah kosong” jawab ibu itu.
“Memang bu Ratna kemana?”
“Dia sudah meninggal”. Deg! Jantung Rudi serasa berhenti berdetak.
“Apa? Meninggal? Kapan?”
“Sekitar 2 minggu yang lalu. Memangnya bapak siapa?”. Menyadari kehadirannya tidak dinggap. Ibu itu pun mengejutkan Rudi, “Pak?”
“Oh ya? Saya siapa? Enggak, sekedar lihat-lihat saja. Kalau boleh tau dimana bu Ratna dikebumikan?”
“Dekat kok. Bapak jalan lurus aja, belok kanan. Nah, nanti disana ada petunjuk jalan menuju makam” ujar ibu tersebut, sambil mengarahkan tangannya mengikuti arah jalan.
“Oh gitu. Terima kasih bu” ujar Rudi ramah.



Rudi, setibanya ia di pemakaman, setiap sudut matanya terus mencari nama “Ratna” bundanya. Dan, pada akhirnya ia temukan nama tersebut. Namanya terukir sederhana, di kasarnya struktur nisan. Terlihat ada beberapa bunga yang menyelimuti tumpukan tanah tersebut. Ada rumput yang berdiri disana, hijau. Rudi menggenggam segenggam tanah lembab, lalu menjalar menyentuh nisan tersebut, dingin. Sudut matanya, mengeluarkan sedikit air mata.
“Bunda? Jadi ini rumah bunda yang sekarang? Bunda….. bunda benar-benar meninggalkan Rudi? Kenapa bunda tega?” keluh Rudi menatap nama “Ratna” di nisan.
“Bunda!!!!! Maafkan Rudi bunda. Rudi udah jadi anak yang durhaka. Maafkan atas kekeliruan Rudi. Rudi enggak memperdulikan bunda dulu. Bunda!!!!! Banguun, Rudi janji kalo bunda bangun, Rudi akan jadi anak yang baik. Seharusnya Rudi mendengarkan apa kata bunda. Rudi akan shalat lagi, Rudi akan puasa, belajar ngaji dan membayar zakat. Rudi akan naik haji untuk bunda. Rudi tau, itu impian bunda dari dulu. Bundaaa!!!!!” jerit Rudi di tengah senyapnya pemakaman. Suaranya menggema, ia mengeluaran segala kesahnya. Tak ada yang tak ia ucapkan. Semuanya berasal dari sanubarinya.

Ia buka pintu. Terdengar decitan engsel yang sudah tua. Ia lihat ke setiap sudut rumah tersebut. “Ya Allah, rumah ini tempatku berteduh dari teriknya matahari dan dari dinginnya hujan. Dan bunda, almarhumahlah yang menyelimutiku dengan cinta dan kasih sayangnya” ucapnya dalam hati. Bundaaaaa….. ia menjerit dalam hati, tak ingin membuat kegaduhan di tengah ramainya pemukiman. Lalu, ia pun melihat sepucuk surat yang tersimpan di meja. “Apa ini? Surat?”. Rudi membuka surat tersebut, kemudian membacanya. “Tulisan ini….” ya, ini tulisan bundanya. Isi surat itu adalah…..
Untuk Rudi anak semata wayangku…..
Bunda membuat surat ini, karena bunda tau Allah akan mengirim malaikat mautnya untuk menjemput bunda. Bunda tau Allah pasti akan mengabulkan permintaan bunda, yaitu bunda ingin kamu membaca surat ini dan menengok bunda di rumah bunda yang baru. Rudi, saat kemarin bunda ke Singapura bunda senang sekali bisa melihat cucu bunda. Anakmu dia tampan setampan dirimu. Bunda lihat ada lambang salib di depan pintu rumahmu. Apa kamu sudah pindah keyakinan sekarang? Astaghfirullah, bunda merasa rugi. Bunda merasa menjadi orangtua paling tak berguna. Karena tak mampu menjadi orang kaya raya seperti yang kamu mau, sampai-sampai kamu pindah keyakinan untuk merubah nasib.
Rudi, istrimu seorang kristiani. Terserahmu, apa kau mau tetap di agama lahirmu atau tetap pada agamamu sekarang. Jika kamu memilih menjadi seorang muslim kembali, jangan ceraikan istrimu. Ajaklah dia untuk memeluk agama islam pula. Jika memang sudah tidak mau, keputusan ada di tanganmu. Kau sudah dewasa.
Oh iya, Rudi. Kamu gak usah khawatir tentang kedatangan bunda ke Singapura. Bunda tidak mencuri uang dari siapapun. Bunda sengaja menjual kalung emas dan televisi kita supaya bisa bertemu denganmu di Singapura. Rudi, kamu tau? Waktu itu adalah kali pertama bunda naik pesawat. Rasanya enak sekali. Dan, bunda rasa saat ibu meninggal pun pasti rasanya seperti naik pesawat. Kamu tenang aja, ibu masih menyisakan cincin pemberian almarhum ayahmu.
Rudi, bunda ingin memberitau sesuatu padamu. Bunda minta maaf, jika selama ini mata satu bunda mengganggu kehidupan kamu. Mata bunda masihlah dua saat 23 tahun yang lalu. Sampai suatu saat ada seorang anak laki-laki sedang bermain di kebun, lalu ia terjatuh dan kedua matanya tertusuk ranting. Sehingga, dokter menyarankan di operasi. Dan, bunda merelakan mata bunda yang sebelah kiri untuk mendonorkannya pada anak laki-laki itu. Sedangkan suami bunda merelakan mata kanannya. Kami tak ingin anak laki-laki yang tampan itu menikmati dunia nya dengan kegelapan. Dan, apa kamu tau siapa anak laki-laki itu? Dia adalah kamu, nak. Kamu Rudi anak bunda.
Isi surat itu, benar-benar menyentuhnya. Jika diibaratkan, bagai ribuan duri yang terkandung di dalam jantungmu. Rudi termenung, ia menunduk, menangis. Ia memegangi kedua matanya. Tak segan ia mengeluarkan sebanyak-banyaknya air mata miliknya, sekedar menangisi kekhilafannya. Otaknya, memutar semua kejadian di masa lalunya. Tak ada yang indah yang ia bayangkan. Entah mengapa, otaknya hanya memutar memori dimana kejadian saat ia membentak bundanya, mengacuhkannya. Bahkan, sudah tak menganggapnya sebagai ibu lagi. Ia bangga menjadi seorang yatim piatu dibanding harus memiliki orang tua yang sama-sama hanya memiliki mata satu. Sungguh, biadabnya ia. Rudi menengadahkan kepalanya, jika kalian lihat. Matanya berwarna merah, bengkak dan pipinya dihujani tangisan. “Bunda? Ya Allah jahatnya aku” hanya itulah yang bisa diucapkan. Rudi merasa dia bukanlah manusia, tega menyakiti seorang wanita yang lemah lembut. Bahkan, jika harus memilih mematuhi presiden atau ibu sendiri. Tentu, bagi anak yang baik ia akan lebih memilih mematuhi ibunya. Tergantung jika ibunya pun seorang ibu yang baik.
Tak ada yang dapat dilakukan kini, Rudi hanya mampu diam. Kecuali, ia harus memenuhi janji yang ia ucapkan saat di depan makam bunda nya tadi.
Penyesalan memang selalu datang di akhir, percayalah. Jika penyesalan datang di awal, semua manusia akan menjadi penghuni surga, baik itu surga dunia dan akhirat. Tidakkah kau berpikir? Tanggal 22 Desember, di Indonesia adalah Hari Ibu Nasional. Apa yang kau lakukan untuk ibumu? Orangtuamu? Mulailah perbaiki pribadi kita, surga ada di bawah telapak kaki ibu bukanlah sekedar pribahasa keindahan atau bukanlah pepatah lampau semata. Berbaktilah pada ibumu, di akhirat nanti kau bisa selamatkan ibumu dan sebaliknya. Tentu hanya untuk manusia yang baik saja.

Selamat Hari Ibu…..
Karya : Difa Ameliora Pujayanti

Iklan

SMP 2 MANDIRANCAN TERUS BERBENAH DIRI

Foto-0104Foto-0109Foto-0107Foto-0007

Foto-0112Foto-0106Foto-0111
Foto-0108

Maaf Bu, Saya Mencopet karena Ibu Saya Sakit……..

anak mudaSatu lagi cerita tentang pelajaran hidup, janganlah melihat sebuah persoalan dari satu sisi yang pada akhirnya akan membuat kesimpulan yang terburu-buru. Dari pinggir kaca nako di antara celah kain gorden, saya melihat anak muda itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Saya pernah melihat anak muda itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud anak muda yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Adhi anak saya? Continue reading →

Kisah Nyata Seorang Guru Jadi Pelacur Demi Anak Didiknya

Ini adalah sebuah kisah nyata perjuangan seorang wanita yang berprofesi sebagai guru  yang rela berkorban demi kemajuan anak didiknya. Wanita ini tinggal di desa kecil di propinsi Gan Shu. Awalnya dia bukan pelacur, setiap penduduk di desa tersebut tidak mengerti kenapa seorang gadis secantik Xia yang mempunyai paras tubuh yang indah dan rupa yang menawan tidak melakukan pekerjaan seperti gadis-gadis lainnya. Karena Xia menolak akan hal ini, ayah  Xia selalu menghukum dia. Suatu hari Xia mendengar bahwa sebuah sekolah di desa membutuhkan jasa seorang guru Xia langsung dengan sukarela menjadi seorang guru dengan tanpa imbalan.

teacher xiaPas hari pertama Xia masuk ke sekolah menjadi seorang guru, setiap murid kaget dan terpukau akan kecantikan guru baru mereka Sejak saat itu Kelas selalu menjadi penuh dengan canda tawa setiap murid. Kelas mereka lebih layak untuk disebut sebagai tempat penampungan daripada bangku bangku sekolah yang normal. Dalam kondisi kelas yang sekarat ini, Xia mengajarkan beribu ribu kata kata chinese dan pengetahuan laennya kepada murid muridnya Suatu hari badai besar menghancurkan kelas mereka semua murid tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Lalu kepala sekolah datang ke kota untuk merundingkan hal tersebut dengan walikota yang mengurus budget bagian pendidikan agar memberikan sumbangan uang utk membetulkan sekolah mereka akan kepala sekolah kembali dengan tangan kosong.

Kepala sekolah mengatakan kepada Xia bahwa walikota akan memberikan uang kalo hanya Xia yang datang kepada dia dan meminta uang kepadanya secara personal, Xia yang tidak pernah keluar dari desa dan meninggalkan rumah nya dan tidak pernah bertemu dengan walikota sebelumnya, telah memutuskan untuk berangkat dari rumah untuk mengunjungi sang walikota. Sebelumnya Xia kwatir kalo kunjungan dia akan mengacaukan suasana, akan tetapi dia tetep memutuskan pergi demi murid murid nya.

Xia berjalan lebih dari 10 kilo untuk ke kantor sang walikota setelah sampai, Xia duduk di depan kantor yang bagus di ruangan sang walikota. Setiba nya di kantor, sang walikota menyambut kedatangan Xia dengan sepasang mata pemburu yang haus akan Xia dan mununjukan tangannya ke sebuah ruangan dan mengatakan “Uang kamu ada di kamar tersebut. Kalau kamu mau, kamu ikuti aku” Xia melihat sebuah ruangan dengan ranjang yang besar, ranjang tersebut lah yang telah merenggut keperawanan Xia, Sang walikota telah memperkosa Xia. Darah segar dari keperawannan nya telah meninggalkan bekas dan jejak di sprei darah merah tersebut menjadi lebih merah daripada warna bendera national China. Xia tidak menangis sedikit pun yang ada dipikirannya adalah berpuluh puluh mata murid muridnya yang akan kecewa kalau tidak ada kelas buat mereka belajar. Continue reading →

Tahukah anda “Jiang Qing “

Jiang Qing 1914 – 1991, korban : 500.000+

Jiang QingJiang Qing adalah istri dari Mao Tse-tung seorang diktaktor komunis di Cina. Karena kepintarannya menyusun gerakan, dia mendapatkan posisi yang paling berkuasa di dalam partai komunis ( berkuasa seperti presiden ). Dipercaya bahwa dialah otak dibalik Revolusi Budaya Cina ( dimana dia menjadi wakil pemimpin).

 Selama Revolusi Budaya, banyak aktifitas ekonomi yang berhenti dan bangunan-bangunan kuno, artefak, barang-barang antik, buku-buku, dan lukisan-lukisan yang tidak terhitung banyaknya, hancur oleh Red Guards ( pasukan Merah ). Selama 10 tahun Revolusi Budaya, juga berpengaruh pada sistem pendidikan yang diberhentikan dan banyak orang-orang pintar dikirim ke kamp tahanan.

 Jutaan orang di Cina dilaporkan mengalami penyiksaan hak-hak asasi selama Revolusi Budaya. Jutaan lainnya juga mengalami pemecatan secara paksa. Perkiraan korban kematian, orang sipil dan pasukan merah, baik dari orang barat dan orang timur, sekitar 500.000 orang. Namun, dalam kekacaubaluan pada tahun 1966-1969, bisa jadi korban naik menjadi 3 juta, dari 36 juta orang yang dianiaya.

sumber: http://faktamuharam.blogspot.com

BELAJAR BAHASA INGGRIS ALA SEKOLAH OK

Cara Seru dan Unik Mengajar Menulis Bahasa Inggris Tentang Liburan Selain memberi pembelajaran keilmuan, guru juga mempunyai tugas menumbuhkan minat belajar Bahasa Inggris. Caranya dengan memberikan kegiatan yang variatif dan menyenangkan. Kegiatan ini cukup unik dan bisa meningkatkan motivasi belajar

Langkah mengajar:

  1. Mulailah pelajaran dengan warming up bermain tebak nama tempat yang dideskripsikan guru.
  2. Minta siswa menyebutkan kemana dan dimana mereka menghabiskan liburan.
  3. Tunjukkan karangan liburan unik yang ada di bagian bawah artikel ini. Bisa juga bapak/ibu guru membuat sendiri supaya lebih menarik.
  4. Mintalah siswa membaca karangan unik tersebut bersama-sama.
  5. Minta siswa membuat karangan seperti contoh. Sebaiknya tidak lebih dari 10 kalimat dengan syarat satu kata dalam setiap kalimat harus diganti gambar. Contoh hasil karya siswa Baca artikel lainnyaHoliday Postcard

sumber : sekolah oke

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEBERMAKNAAN

LILY MULYADI

KELAS A

            Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah pada dasarnya untuk menjadikan siswa agar memiliki kecakapan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik lisan maupun tulisan. Sebagai mahluk sosial siswa memerlukan kecakapan berkomunikasi. Dalam kenyataannya, komunkasi lisan ternyata  tidak mudah dilakukan (kosasih.2011:66). Hal ini dikarenakan berkomunikasi lisan diperlukan kemampuan  dalam memilih kata dan cara menyampikan agar mudah dimengerti oleh lawan bicara.

            Untuk mencapai kecakapan  berkomunikasi diperlukan suatu pembelajaran bahasa Indonesia yang menggambarkan kemampuan belajar siswa dalam mengkaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif ialah fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa. Ada tiga faktor yang mempengaruhi kebermaknaan dalam  pembelajaran, yaitu struktur kognitif yang ada, stabilitas dan kejelasan pengetahuan dalam suatu bidang studi tertentu dan pada waktu tertentu.

            Pembelajaran bahasa Indonesia  menjadi  lebih bermakna jika menggunakan model belajar kontruktivistik. Model pembelajaran konstruktivistik memberikan keaktifan terhadap siswa untuk belajar menemukan sendiri kompetensi, pengetahuan atau teknologi untuk  mengembangkan dirinya sendiri. Pembelajaran bermakna berarti adanya pemahaman yang mendalam (inertunderstanding) dan pemahaman terpadu (integrated understanding) terhadap materi pelajaran (dedi.tth). Pemahaman terhadap makna denotasi, konotasi, lokatif, ilokatif, perlokatif dan deiksis dibutuhkan peran siswa dan guru dalam membangun pemahaman yang mendalam dan terpadu. Dalam pembelajaran tersebut siswa menghubungkan informasi atau materi pelajaran baru dengan konsep-konsep atau hal lainnya yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Sehingga  terjadi apa yang disebut dengan belajar bermakna. Dengan demikian pembelajar tidak dianggap sebagai tabula rasa, berotak kosong ketika berada di kelas. Ia telah membawa berbagai pengalaman, pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengkonstruksi pengetahuan baru atas dasar pengetahuan sebelumnya dan pengetahuan baru diterimanya(abdul.2011:13)

            Lebih lanjut abdul(2010:14) mengemukakan bahwa prinsif model pembelajaran kontruktivitik 1) pembelajar adalah pencari makna. 2) pemaknaan membutuhkan pemahaman seluruh sebaik sebagian. 3) pembelajar akan berjalan baik, bila kita(guru) memahami modal mental yang digunakan pembelajar. 4)  tujuan pembelajaran konstruktivitik adalah individu(pembelajar) mengkontruksi maknanya. 5) Pembelajar dimotivasi agar mempunyai keberanian mengemukakan pendapat, gagasan sebagai proses dari konstruksi pegetahuan. 6) pengajar berkeharusan memberikan rangsangan yang mengarah pada penggunaan skema pembelajar. Uraian di atas mengambarkan pembelajaran bermakna.

            Pembelajaran bermakna bisa terjadi jika relevan dengan kebutuhan peserta didik, disertai motivasi instrinsik dan kurikulum yang pleksibel. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih  bermakna bagi siswa jika berhubungan dengan kebutuhan siswa yang berkaitan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya.

Ada sedikit referensi tanpa pengarang  mudah-mudahan bermamfaat:

A. Referensi 1

B. Referensi  2

C. Referensi  3

D. Referensi  4

MAHASISWA PASCA UNSWAGATI

Marquee Tag - http://www.marqueetextlive.com

Foto-0051

Foto-0048Foto-0052Foto-0049Foto-0055

ANDAI SANG JENIUS KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI……….

1. Prof Nelson Tansu, PhD- Pakar Teknologi Nano
Teknologi nano adalah kunci bagi perkembangan sains dan rekayasa masa depan. Inovasi-inovasi teknologi Amerika, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari seluruh orang di dunia, bertopang pada anak anak muda brilian semacam Nelson Tansu. Nelson, misalnya, mampu memberdayakan sinar laser dengan listrik superhemat. Sementara sinar laser biasanya perlu listrik 100 watt, di tangannya cuma perlu 1,5 watt.
Penemuan-penemuannya bisa membuat lebih murah banyak hal. Tak mengherankan bila pada Mei lalu, di usia yang belum 32 tahun, Nelson diangkat sebagai profesor di Universitas Lehigh. Itu setelah ia memecahkan rekor menjadi asisten profesor termuda sepanjang sejarah pantai timur di Amerika. Ia menjadi asisten profesor pada usia 25 tahun, sementara sebelumnya, Linus Pauling, penerima Nobel Kimia pada 1954, menjadi asisten profesor pada usia 26 tahun. Mudah bagi anak muda semacam Nelson ini bila ingin menjadi warga negara Amerika.
Amerika pasti menyambutnya dengan tangan terbuka. “Apakah tragedi orang tuanya membikin Nelson benci terhadap Indonesia dan membuatnya ingin beralih kewarganegaraan?” “Tidak. Hati Saya tetap melekat dengan Indonesia,” katanya. Nelson bercerita, sampai kini ia getol merekrut mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan riset S-2 dan S-3 di Lehigh. Ia masih memiliki ambisi untuk balik ke Indonesia dan menjadikan universitas di Indonesia sebagai universitas papan atas di Asia.

Jawaban Nelson mengharukan. Nelson adalah aset kita. Ia tumbuh cemerlang tanpa perhatian negara sama sekali. Bila Koran Tempo kali ini menurunkan liputan khusus mengenai orang-orang seperti Nelson, itu karena koran ini melihat sesungguhnya kita cukup memiliki ilmuwan dan pekerja profesional yang berprestasi di luar negeri. Diaspora kita bukan hanya tenaga kerja Indonesia. Kita memiliki sejumlah Nelson lain—di Amerika, Eropa, dan Jepang. Orang orang yang sebetulnya, bila diperhatikan pemerintah, akan bisa memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan Indonesia.

2. Muhammad Arief Budiman

Di sebuah ruang kerja di kompleks Orion Genomic, salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di negeri itu, seorang lelaki Jawa berwajah “dagadu”—sebab senyum tak pernah lepas dari bibirnya—kerap terlihat sedang salat. Dialah Muhammad Arief Budiman. Pada mulanya bercita-cita menjadi pilot, lalu ingin jadi dokter karena harus berkacamata sewaktu SMP, anak pekerja pabrik tekstil GKBI itu sekarang menjadi motor riset utama di Orion. Jabatannya: Kepala Library Technologies Group. Menurut BusinessWeek, ia merupakan satu dari enam eksekutif kunci perusahaan genetika itu.
Genetika adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari gen, pembawa sifat pada makhluk hidup. Peran ilmu ini bakal makin sentral di masa depan: dalam peperangan melawan penyakit, rehabilitasi lingkungan, hingga menjawab kebutuhan pangan dunia.
Arief tak hanya terpandang di perusahaannya. Namanya juga moncer di antara sejawatnya di negara yang menjadi pusat pengembangan ilmu tersebut: menjadi anggota American Society for Plant Biologists dan—ini lebih bergengsi baginya karena ia ahli genetika tanaman—American Association for Cancer Research.
Asosiasi peneliti kanker bukan perkumpulan ilmuwan biasa. Dokter bertitel PhD pun belum tentu bisa “membeli” kartu anggota asosiasi ini. Agar seseorang bisa menjadi anggota asosiasi ini, ia harus aktif meneliti penyakit kanker pada manusia. Ia juga harus membawa surat rekomendasi dari profesor yang lebih dulu aktif dalam riset itu serta tahu persis riset dan kontribusi orang itu di bidang kanker. Arief mendapatkan kartu itu karena, “Meskipun latar belakang saya adalah peneliti genome tanaman, saya banyak melakukan riset genetika mengenai kanker manusia,” ujarnya.
Kita pun seperti melihat sepenggal kecil sejarah Indonesia yang sedang diputar ulang. Pada akhir 1955, ahli genetika (dulu pemuliaan) tanaman kelahiran Jawa yang malang-melintang di Eropa dan Amerika, Joe Hin Tjio, dicatat dengan tinta emas dalam sejarah genetika karena temuannya tentang genetika manusia. Ia menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 46 buah—bukan 48 seperti keyakinan ahli genetika manusia di masa itu (“The Chromosome Number of Man. Jurnal Hereditas vol. 42: halaman 1-6, 1956). Tjio—lahir pada 1916, wafat pada 2001—bisa menghitung kromosom itu dengan tepat setelah ia menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr T.C. Hsu di Texas University, Amerika Serikat.
Continue reading →

SEMOGA BANGSA DAN NEGARA KEMBALI PADA UUD’45 DAN PANCASILA

Foto-0049

Foto-0046Foto-0044

Mereka adalah murid kami yanag siap bertarung dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan budaya. Walau mereka memiliki keterbatasan finansial namun mereka memiliki semangat untuk mengubah dunia sangat tinggi.

Cita-cita mereka sangat mulia mengembalikan negara Indonesia sesuai dengan cita-cita yang terkandung dalam UUD45 dan Pancasila sebagai landasan hidup bangsa. Bangsa Indonesia yang mencintai  perdamaian kini mulai pudar . Pertikaian dimana-mana. Anarki tiada hentinya , mesin-mesin pembunuh terus mengerus balita, anak-anak, remaja dan perempuan-perempuan yang lemah.

Tanah air yang suci tiada henti disirami darah-darah saudara sendiri. Adakah solusi sehingga pertempah darahan tidak terulang. Serasa hidup ini berada dibelantara singa-singa haus darah. Kemana harus mencari kedamaian.

Harapan yang tinggi semoga anak didik kami kelak bisa mengembalikan bangsa Indonesia pada landasan, pandangan hidup, pegangan hidup yaitu PANCASILA.