Category Archives: KESEHATAN DIRI

SMP 2 MANDIRANCAN TERUS BERBENAH DIRI

Foto-0104Foto-0109Foto-0107Foto-0007

Foto-0112Foto-0106Foto-0111
Foto-0108

Iklan

DUA SENDOK MAKAN MADU MURNI MEREDAM ENCOK DAN ASAM URAT

defaultCuaca dingin menyebabkan penguapan begitu cepat. Apalagi di awal bulan Rhamadan asupan ke tubuh dikurangi sehingga badan cepat lesu dan kedinginan. Bertepatan dengan sasih syaum usia menginjak 45 tahu lebih satu bulan. Usia mungkin juga berpengaruh terkadang mudah cape padahal sebelumnya keondisi seperti ini tidak ada.

Kondisi tubuh mulai terasa menurun ketika berusia kepla empat, hal ini terlihat ketika kehujanan sewaktu mengendarai motor. Habis kehujanan kayaknya encok betis nyut-nyutan, pegal dan kesemutan. Ini tanda-tada tubuh mulai menua dan memang sudah mulai tua. Apa lagi kalau asupan nutrisi kurang seluruh tubuh terasa remuk seprti kerupuk diremas.  Balsem, minyak urut, dan obat pereda sakit mulai disediakan tersedia juga tablet kalek untuk penghangat tubuh.

Awal Ramadhan disore hari encok kambuh betis sakit minta ampun. Sakit ini ditambah oleh pendatang baru nyut-nyutnya seperti ditusuk-tusuk jarum dilengkapi kesemutan. Derita berkelanjutan sampai buka puasa berlanjut  shalat tarawih. Derita yang tiada taranya sakit encok dan asam urat, mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa terdahulu.

Balsem dibalurkan redanya cuma sebentar, demikian pula tablet pereda sakit dan dan salep pereda nyeri semuanya hanya menolong sebentar. Ya Allah tolonglah hambaMu ini jangan uji dengan ujian sperti ini,.Jika pun mau Kau uji, ujilah dengan ujian yang seringan-ringannya. Berita petunjuk di bulan yang suci dan penuh berkah ini.

Teringat dua botol madu yang dibeli dua minggu ke belakang. Dituangkannya dua sendok makan madu murni yamg dibeli dari petugas kehutanan lalu dicampur dengan air teh peco. Dengan mengucapkan bismillah dimimunya madu , Maha suci Allah, Maha Besar Allah Alhamduillah dengnan ijinNya rasa sakit dan kesemutan mulai hilang dari kaki.Habatasauda pun membantu menyenyakkan tidur dan terbangun kembali menjelang sahur dengan tubuh terasa lebih baik dari kemarin.

SEHAT DENGAN POLA MAKAN ALA KAKEK NENEK

images3Tahun 2005 adalah puncak keterpurukan kondisi kesehatan. Badan selimuti berbagai penyakit sehingga berahir di rumah sakit. Diagnosis sementara dokter memvonis diabetes miliatus karena gula darah waktu itu terhitung 250. Terhenyak memang, karena kasus-kasus terdahulu tidak ada penderita diabetes yang berumur panjang. Bahkan sering berakhir tragis dengan membusuknya daging yang membalut tulang.

Kondisi terparah adalah sakitnya ulu hati yang tidak berjeda atau selang barang sedikit. Sakit sesakit-sakitnya, waktu itu kambuh pukul 19.00 malam dan berakir pukul 07.00 setelah serang mantri menginjeksi dengan jarum suntik. Entahlah penyakit apa yang diderita, penyakit ini betul-betul sangat menyiksa sekali. Dokter memutuskan untuk cek darah, cek urine dan tinja dan berkesimpulan dalam tubuh terdapat virus hepatitis.

Jika ditarik dari sejarah orang tua kasus diabetes tidak ditemukan. Namun kasus penyakit hepatitis kedua orang tua kandung meninggal dunia karena pengerasan hati. Badan ini terasa lemas setelah mendengar kesimpulan itu. Dalam hati” Ya Allah akan secepat ini kah hidupku dalam usia produktif dan kedua gadis darah daging masih kecil-kecil sementara aku akan tutup usia di usia muda, Ya Allah berikan kesempatan untuk hidup lebih lama bersama anak dan istri”

Renungan malam dalam tahjud memeroleh dentingan kecil halus menembus berbisik bahwa ada sesuatu yang salah. Dicari dan dicari sehingga ditemukan sebuah jawaban sesuatu yang salah itu cara pola makan dan minum. Kebiasaan jelek dari kecil makan sampai kenyang dan minum air dengan cara ditenggak. Inilah sumber bencana dari keterpurukan kondisi kesehatan.

Orang tua dulu (kakek nenek) mereka berhenti makan pukul 17.00 artinya makan malam mereka pukul 17.00. mereka makan sehari tiga kali pagi pukul 06.00 siang pukul 12 dan sore pukul 17.00 setelah itu mereka tidak makan makanan lagi.

Dicobanya mengikuti pola makan dan minum mereka. Sedikit modifikasi pola sarapan pagi. Pagi hari sarapan dengan bubur kacang hijau — para ahli kesehatan berpendapat bahwa pada pagi hari sampai pukul 10 tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan racun— bubur kacang hijau membantu tubuh dalam proses pengeluaran racun. Dan pada pukul 10 pagi dilanjutkan dengan makan berat seperti nasi daging, nasi lengko, nasi dan sop dsb. Pola ini dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan. Kebiasaan minum pun mengalami perubahan dulu kalau minum ditenggak. Kebiasan itu diganti dengan cara menempelkan bibir atas dan bawah sisi gelas kemudian dihisapnya. Dengan cara demikian hanya air yang masuk ke dalam tubuh. Berbeda dengan cara ditenggak air dan udara bersama-sama masuk ke dalam perut yang berakibat munculnya berbagai penyakit dalam tubuh.

Dengan ijin Allah SWT, tubuhku sembuh dari berbagai penyakit seperti kolesterol, asam urat, hepatitis, dan sinusitis, berkat pendekatan diri pada sang khalik memlalui shalat tahajud, pola makan, pola minum, istirahat cukup. Allah SWT telah merancang tubuh manusia untuk memperbaiki dirinya sendiri.