MA Amerika Larang Pembatasan atas Perkawinan Sesama Jenis

Sabtu, 29 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 03:01

Berita / AS

Mahkamah Agung AS telah memutuskan bahwa pemerintah federal tidak boleh membatasi definisi perkawinan hanya bagi pasangan lawan jenis saja.

Dalam apa yang dipandang sebagai kemenangan besar bagi gerakan hak kaum gay, Mahkamah Agung AS telah memutuskan bahwa pemerintah federal tidak boleh membatasi definisi perkawinan hanya bagi pasangan lawan jenis saja.

Putusan MA itu berarti pasangan pria, dan atau pasangan wanita gay yang menikah secara resmi berhak mengklaim tunjangan federal yang sama yang tersedia bagi pasangan heteroseksual yang sudah menikah, seperti keringanan pajak, tunjangan kesehatan dan pensiun.

Keputusan itu membatalkan suatu ketentuan dalam UU federal tentang perkawinan yang disebut DOMA, tetapi tidak mengharuskan masing-masing negara bagian untuk mengakui pernikahan sesama jenis yang mungkin legal di negara bagian lain.

8A167B8C-4CDD-4CC1-A938-962873358154_w640_r1_s

Pernikahan sesama jenis legal, atau akan segera legal, di 12 negara bagian dan District of Columbia.

Dalam kasus lain, MA mengatakan putusan pengadilan yang lebih rendah yang membatalkan larangan pernikahan sesama jenis di California tidak dapat diajukan banding, yang berarti pernikahan gay dapat dilanjutkan di negara bagian itu.

Tapi pengadilan tinggi itu tidak membuat keputusan tentang validitas larangan pernikahan sesama jenis secara keseluruhan di California atau 36 negara bagian lain.

Perkawinan Sejenis Menurut  Ajaran Islam

Laknat bagi Gay dan Waria

Nabi dengan tegas melak-nat para pelaku penyimpangan perilaku dan seksual ini. Ter-hadap kaum waria, yaitu kaum pria yang menjadi wanita, Nabi dengan tegas menyatakan, ”Ra-sulullah melaknat kaum perem-puan yang menyerupai pria, dan kaum pria yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari, Abu Da-wud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibn Majah dari Ibn ‘Abbas). Hadits ini tidak hanya berlaku untuk waria, tetapi perempuan yang menyerupai laki-laki. Tidak hanya itu, Nabi pun melaknat kaum pria yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakai-an pria (HR. Ahmad dan Abu Dawud). Tidak hanya melaknat, Nabi pun memerintahkan agar mereka diusir (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Nas-nas ini, menurut Imam Nawawi, menegaskan tentang keharaman tindakan penyim-pangan perilaku tersebut (as-Syaukani, Nailu al-Authar, II/107). Adapun tindakan penyimpang-an seksual, seperti Gay dan lesbi, dengan tegas dilaknat oleh Allah, ”Allah melaknat siapa saja yang melakukan tindakan kaumnya Luth, sebanyak tiga kali.” (HR Ahmad dari Ibn ‘Abbas). Tidak hanya itu, Nabi juga dengan te-gas memerintahkan agar mem-bunuh pelaku (al-fa’il wa al-maf’ul) (HR Ahmad dari Ibn ‘Abbas). Kedua nas ini juga de-ngan tegas menunjukkan haramnya penyimpangan seksual tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: