SEHAT DENGAN POLA MAKAN ALA KAKEK NENEK

images3Tahun 2005 adalah puncak keterpurukan kondisi kesehatan. Badan selimuti berbagai penyakit sehingga berahir di rumah sakit. Diagnosis sementara dokter memvonis diabetes miliatus karena gula darah waktu itu terhitung 250. Terhenyak memang, karena kasus-kasus terdahulu tidak ada penderita diabetes yang berumur panjang. Bahkan sering berakhir tragis dengan membusuknya daging yang membalut tulang.

Kondisi terparah adalah sakitnya ulu hati yang tidak berjeda atau selang barang sedikit. Sakit sesakit-sakitnya, waktu itu kambuh pukul 19.00 malam dan berakir pukul 07.00 setelah serang mantri menginjeksi dengan jarum suntik. Entahlah penyakit apa yang diderita, penyakit ini betul-betul sangat menyiksa sekali. Dokter memutuskan untuk cek darah, cek urine dan tinja dan berkesimpulan dalam tubuh terdapat virus hepatitis.

Jika ditarik dari sejarah orang tua kasus diabetes tidak ditemukan. Namun kasus penyakit hepatitis kedua orang tua kandung meninggal dunia karena pengerasan hati. Badan ini terasa lemas setelah mendengar kesimpulan itu. Dalam hati” Ya Allah akan secepat ini kah hidupku dalam usia produktif dan kedua gadis darah daging masih kecil-kecil sementara aku akan tutup usia di usia muda, Ya Allah berikan kesempatan untuk hidup lebih lama bersama anak dan istri”

Renungan malam dalam tahjud memeroleh dentingan kecil halus menembus berbisik bahwa ada sesuatu yang salah. Dicari dan dicari sehingga ditemukan sebuah jawaban sesuatu yang salah itu cara pola makan dan minum. Kebiasaan jelek dari kecil makan sampai kenyang dan minum air dengan cara ditenggak. Inilah sumber bencana dari keterpurukan kondisi kesehatan.

Orang tua dulu (kakek nenek) mereka berhenti makan pukul 17.00 artinya makan malam mereka pukul 17.00. mereka makan sehari tiga kali pagi pukul 06.00 siang pukul 12 dan sore pukul 17.00 setelah itu mereka tidak makan makanan lagi.

Dicobanya mengikuti pola makan dan minum mereka. Sedikit modifikasi pola sarapan pagi. Pagi hari sarapan dengan bubur kacang hijau — para ahli kesehatan berpendapat bahwa pada pagi hari sampai pukul 10 tubuh manusia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan racun— bubur kacang hijau membantu tubuh dalam proses pengeluaran racun. Dan pada pukul 10 pagi dilanjutkan dengan makan berat seperti nasi daging, nasi lengko, nasi dan sop dsb. Pola ini dilakukan terus menerus dan menjadi kebiasaan. Kebiasaan minum pun mengalami perubahan dulu kalau minum ditenggak. Kebiasan itu diganti dengan cara menempelkan bibir atas dan bawah sisi gelas kemudian dihisapnya. Dengan cara demikian hanya air yang masuk ke dalam tubuh. Berbeda dengan cara ditenggak air dan udara bersama-sama masuk ke dalam perut yang berakibat munculnya berbagai penyakit dalam tubuh.

Dengan ijin Allah SWT, tubuhku sembuh dari berbagai penyakit seperti kolesterol, asam urat, hepatitis, dan sinusitis, berkat pendekatan diri pada sang khalik memlalui shalat tahajud, pola makan, pola minum, istirahat cukup. Allah SWT telah merancang tubuh manusia untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: