INTAKE PROSES

Intake proses atau  proses asupan adalah makanisme kognitif juga sekaligus  sebagai mediasi interkasi antara  infut data dan faktor asupan.  Mekanisme kognitif  tidak sekedar menerima informasi  tetapi mengubah, mengkontruksi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Proses asupan atau intake proses dalam penguasaan bahasa kedua (L2) melalui tiga tahapan  : Inferencing, adalah proses penyimpulan  subsitem bahasa yang melibatkan linguistik dan nonlinguistik dengan pola pikir deduktif induktif atau induktif dekuktif. Penataan, mengandung pengertian struktur yang tepat yang mewakili target bahasa(TL).Restrukturrisasi penemuan struktur baru yang menjadikan siswa meninggalkan hipotesis lama. Hal ini ditandai dengan perubahan strategi mengkoordinasi, mengintegrasikan dan mereorganisikan kompenen  bahasa kedua sehingga pengeolahan asupan lebih efisien.

Intake proses merupakan mediasi interaksi antara infut dan faktor asupan. Interaksi antara infut dan faktor asupan dalam pemerolehan bahasa kedua dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Proses Masukan (Input)
  2. Proses Masukan Apersepsi (Apperceived Input)

Dalam proses masukan apersepsi terdapat informasi yang masuk, kegiatan masukan informasi ini juga termasuk mengingat-ingat kembali atau menghubungkan pengalaman belajar sebelumnya.

  1. Proses Pemahaman Masukan (Comprehended Input) Dalam proses ini lebih kepada proses pemahaman tatabahasa secara universalyang sebelumnya telah diterima.
  2. Proses Penerimaan (Intake)

Proses penerimaan (intake) adalah proses penerimaan dari materi ketatabahasaan. Ini adalah tahap penting antara masukan (input) dengan tata bahasa, tahap pertama selama dalam konsep awal ketatabahasaan para pemelajar mulai diubah dalam beberapa cara. Penerimaan (intake) memiliki arti penerimaan fitur bahasa baru oleh pemelajar sebagai bagian dari pembelajaran.

  1. Proses Keluaran (Output)

Proses keluaran (output) dapat berfungsi sebagai bagian dari umpan balik dari tahap penerimaan (intake). Hasil keluaran (output) seharusnya tidak dilihat sebagai titik akhir dari proses perolehan bahasa kedua, melainkan dapat dijadikan sebagai pendukung untuk memulai ulang keseluruhan proses sebelumnya, yakni proses masukan (input), apersepsi masukan (apperceived input), memahami masukan (comprehended input), penerimaan (intake) dan kembali pada proses keluaran (output).

            Ada beberapa pendapat tentang teori penguasaan bahasa kedua . Teori tersebut adalah teori pemerolehan bahasa (language acquissition), teori pembelajaran bahasa (language learning) dan teori kreatifitas  bahasa (creatitivity linguistics). Pada hakikatnya penguasaan bahasa kedua dapat melalui dua cara, yaitu cara pertama disebut dengan pemerolehan bahasa dan cara kedua disebut dengan  pembelajaran bahasa.

2 responses

  1. siip penjelasannya pa…

    1. mudah-mudahan membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: