VISI GURU DALAM PENILAIAN KINERJA (KASUS PADA MATA PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA)

Oleh : LILY MULYADI

Dalam kamus besar ilmu pengetahuan arti visi secara umum adalah daya pandang. Pengertian  lain visi  adalah pandangan ke depan bagaimana sebuah program akan berjalan. Ada pula yang mengartikan visi sebagai pernyataan tujuan ke mana suatu organisasi akan dibawa, sebuah masa depan yang lebih baik, lebih berhasil, atau lebih diinginkan dibandingkan dengan kondisi sekarang. Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Setiap individu, kelompok sosial, organisasi dan lembaga memerlukan sebuah visi. Tanpa visi berati tanpa tujuan.

Sekolah adalah lembaga pendidikan yang memiliki visi. Visi  lembaga pendidikan harus selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Hal tersebut ditegaskan di dalam UU Sisdiknas no.20 tahun 2003 pasal 3 “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Demikian pula halnya  guru harus memiliki visi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Visi guru harus sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Untuk Mencapai hal tersebut diantaranya  guru melakukan penilaian kinerja. Dalam penilaian  kinerja siswa, target pencapaian hasil belajar yang dapat diraih meliputi aspek-aspek berikut ini: 1) Knowledge; 2) Reasoning; aplikasi pengetahuan dalam berbagai konteks pemecahan masalah; 3) Skill; kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain; 4) Product; dan 5) Affect; berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi (Stiggins, 1994: 171). Selanjutnya dikemukakan bahwa diantara kelima target tersebut, penilaian kinerja siswa sangat efektif untuk menilai pencapaian target dari reasoning, skill dan karya cipta. Untuk dapat melakukan penilaian terhadap keterampilan (skill) dan karya cipta siswa diperlukan alat ukur terhadap kinerja siswa yang disebut dengan tes kinerja.

Kaitannya dengan tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Siswa dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan bernar.  Tantangan berat guru bahasa Indonesia, profesionalisme  guru bahasa Indonesia benar-benar diuji. Karena itu  guru bahasa dan sastra Indonesia  harus memiliki kemampuan  mengidentifikasi jenis keterampilan dan produk yang dapat dijadikan latihan penilaian dasar; pentingnya mengubah belajar siswa ke dalam  latihan  yang berkualitas dan kriteria skor yang   menunjukan siswa mahir dalam mengikuti keterampilan; guru dapat melaksanakan langkah-langkah dalam  merancang penilaian kinerja  (Stiggins, 1994: 159)

Pada akhirnya visi guru bahasa  dan sastra Indonesia yang tersirat dalam penilaian kinerja mengarah pada tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Tujuan pembe-lajaran bahasa Indonesia dalam BSNP (2006) dijabarkan menjadi beberapa tujuan. Tujuan bagi siswa adalah untuk mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya.  Tujuan bagi guru adalah untuk mengembangkan potensi bahasa siswa , serta lebih mandiri dalam menentukan bahan ajar kebahasaan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan siswa. Tujuan bagi orang tua siswa adalah agar mereka dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program pembelajaran. Tujuan bagi sekolah adalah agar sekolah dapat menyusun program pendidikan kebahasaan sesuai dengan keadaan siswa dan sumber belajar yang tersedia. Sedangkan tujuan bagi daerah adalah agar daerah dapat menentukan sendiri bahan dan sumber belajar kebahasaan dengan kondisi kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan sosial.

REFERENSI

Asmawi, Z. dan Nasution, N. (1994). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Bahan Ajar Bahasa Indonesia SMP/MTs (PLPG) Universitas Pendidikan Indonesia:2011

E. Mulyasa. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosada

http://www.sekolahdasar.net/2011/10/tujuan-pembelajaran-bahasa-indonesia

Save M. Dagon.(2005). Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta:LPKN

Stiggins, Richard. J(1994).Student Centered Classromm Assessment.New York: Macmilan College Publishing Company.

Sudjana,Nana(2002).Penilaian  hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: