KETERSAMBUNGAN PENILAIAN KELAS DAN UJIAN NASIONAL

Oleh: Lily mulyadi

Terlepas dari kontroversi  terhadap  Ujian Nasional, UN  masih diperlukan  untuk  mengendalikan mutu  pendidikan Nasional.  Selain itu UN dilaksanakan sebagai amanat   Undang-Undang Nomer 3 tahun 2003 tentang Sisdiknas, khususnya bab XVI tentang Evaluasi,  pemerintah dan pemerintah daerah memiliki kewajiban melakukan evaluasi terhadap pengelola, satuan, jalur, jenjang dan jenis pendidikan (Tri Candra:2010).

Sistem pendidikan nasional menetapkan tiga pelaksana penilaian hasil belajar peserta didik.  Penilaian Hasil Belajar peserta didik dilakukan oleh Pemerintah, Satuan Pendidikan, dan Pendidik. Penilaian oleh pemerintah dilakukan untuk mengukur SKL dengan cara Ujian Nasional. Dan Penilaian oleh satuan pendidikan dilakukan untuk mengukur SKL sekolah dengan Ujian Sekolah . Sedangkan penilaian oleh pendidik  dilakukan untuk mengukur keberhasilan peserta didik pada SK dan KD yang dilakukan dengan Ulangan.

Penilaian oleh pendidik termasuk ke dalam penilaian kelas . Penilaian kelas memiliki ragam penilaian baik tes maupun non tes. Ragam penilaian tersebut bermuara pada penilaian skala besar dalam hal ini adalah UN. Artinya penilaian kelas  baik tes maupun non tes dilakukan  sebagai upaya persiapan  untuk mengikuti Ujian Nasional.

Jenis penilaian kelas, DR Nana Sudjana  membagi dua jenis alat penilaian yaitu tes dan non tes. Alat penilaian tes seperti tes lisan, tulisan dan tindakan sedangkan nontes observasi, kuesioner(wawancara),skala, sosiometri, studi kasus dan ceklist(Nana,2002:4) . Prinsif penilaian kelas : valid, edukasi, objektif, transparan, berkesinambungan, menyeluruh, dan bermakna .

Jenis tes tersebut di atas bisa digunakan dalam penilaian kelas. Penilaian kelas yang kita kenal  adalah ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian kenaikan kelas  . Untuk menopang keberhasilan penilaian kelas dan penilaian skala besar tes diagnosis perlu kiranya dilaksanakan oleh pendidik. Tes diagnosis dapat mengindentifikasi hasil belajar yang belum dicapai oleh siswa dan permasalahan utama yang menyebabkan siswa belum mencapai hasil belajar yang telah ditentukan(Depdiknas,2003:2).

DAFTAR  RUJUKAN

  1. Chandra, Tri(2010).UN : Dilema Dan Tantangan .Tersedia:(online) www.slideshare.net/…/artikel-ujian-nasional-dilema-dan-tantangan
  2. Pedoman Pengembangan Tes Diagnosis Bahasa Indonesia,Departemen Pendidikan Nasional(2003
  3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidika
  1. Stiggins, Richard. J(1994).Student Centered Classromm Assessment.New York: Macmilan College Publishing Company
  1. Sudjana,Nana(2002).Penilaian  hasil Proses Belajar Mengajar.Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
  2. W. E .Ribut  dan B.W, Arif(2007).Penerapan Alat Penilaian Berbasis Kompetensi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Siswa Sd Muhammadiyah I Malang. Jurnal DEDIKASI Volume 4.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: