SULITNYA MENJADI PEMIMPIN NAMUN GAMPANG SEKALI MENJADI PENGUASA

“TIDAKLAH SEORANG HAMBA DIBERI TANGGUNGJAWAB KEPEMIMPINAN OLEH ALLAH, KEMUDIAN SAAT MENINGGAL IA CURANG TERHADAP YANG DIPIMPINYA, MELAINKAN ALLAH MENGHARAMKAN BAGINYA SURGA.”
Manusia sebagai mahluk individu juga sebagai mahluk sosial. Sebagai individu manusia cenderung untuk mementingkan diri sendiri. Prilaku ini sering kita dapati ketika manusia merasa kesulitan pada apa yang menjadi pemuas dirinya. Ketika manusia tertimpa kesulitan yang amat sangat, naluri individualnya secara otomatis akan muncul. Tidak sedikit untuk mempertahankan hidupnya manusia berprilaku dengan mengunakan pikiran negatifnya dari pada berpikiran positif.Lihatlah prilaku kekerasan dengan dalih kesulitan ekonomi.
Dalam kesendiriaanya manusia memiliki insting untuk hidup dengan manusia lain. Dengan insting itu terbentuklah kelompok-kelompok kecil. Kemudian kelompok kecil menjadi kelompok besar. Kelompok besar biasanya memerlukan seorang pemimpin. Pemimpin kelompk dipilih dari manusia yang dianggap paling baik .

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: