MAJALAH DINDING SEBAGAI SARANA UNTUK MEMBANGUN BUDAYA LITERASI

Majalah dinding atau lebih dikenal dengan istilah mading sering ditemui di sekolah-sekolah. Mading sarat dengan kreatifitas karena didalamnya terdpat kegiatan berfikir, membaca , menulis, berdiskusi dan memadukan berbagai teknik untuk mewujudkan sebuah majalah dinding yang indah dan menarik.
Mading berhubungan erat dengan kegiatan membaca dan menulis. Kegiatan membaca dan menulis masih jarang dlakukan oleh bangsa Indonesia. Membaca dan menulis merupakan kegiatan yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Terutama bagi mereka yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai tenaga administrasi, dosen, guru, mahasiswa, siswa dan lain-lain. Damono (dalam Drs. Hari Santoso, S.Sos.2011) menyatakan bahwa “ seseorang yang ingin memiliki keterampilan mengarang mau tidak mau harus rajin mencari contoh yang baik. Dengan kata lain ia harus rajin membaca “. Dari pernyatan tersebut jelas bahwa kemampuan menulis dapat dipupuk dengan kegiatan membaca.

Laman: 1 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: